RADAR BALI – Kabar evaluasi skuad datang dari manajemen Bali United FC pada Kamis (18/6) sore.
Manajemen tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan salah satu penjaga gawang lokal mereka, Dikri Yusron, untuk musim kompetisi mendatang.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri. Ia menjelaskan bahwa pemutusan kontrak didasari atas kesepakatan bersama demi penyegaran komposisi tim dalam menyambut musim baru.
"Kami resmi melepas satu pemain yang berposisi penjaga gawang yaitu Dikri Yusron. Keputusan ini atas kesepakatan bersama untuk menyambut musim kompetisi yang baru. Kami ucapkan terima kasih kepada Dikri yang telah berjuang bersama di musim lalu. Semoga di musim berikutnya, Dikri semakin sukses dan dimudahkan perjalanan kariernya," ucap Yabes Tanuri.
Perjalanan Singkat dan Statistik Dikri Yusron di Bali United
Mantan penjaga gawang Persik Kediri ini sejatinya baru bergabung dengan Bali United pada awal musim kompetisi 2025/2026 setelah didatangkan dari klub Liga 2, Gresik United.
Dikri diproyeksikan menambah kedalaman di pos penjaga gawang lokal bersama Fitrul Dwi Rustapa dan kiper muda binaan, I Wayan Arta Wiguna.
Namun, ketatnya persaingan membuat posisi Dikri tenggelam di bawah bayang-bayang Fitrul dan Arta Wiguna serta kinerja kiper utama Mike Hauptmeijer yang ciamik.
Selama satu musim penuh berseragam Bali United, ia sama sekali tidak mendapatkan kesempatan merumput di laga resmi.
Ke Mana Dikri Yusron Setelah Dilepas?
Pasca-pengumuman pemutusan kontrak ini, status Dikri Yusron secara resmi berganti menjadi free transfer (bebas transfer). Hal ini memungkinkannya untuk melakukan negosiasi dengan klub mana pun secara gratis.
Hingga berita pelepasan ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai klub baru yang akan diperkuat oleh Dikri untuk musim depan.
Pihak Bali United hanya memberikan indikasi bahwa sang penjaga gawang siap menjelajahi petualangan baru demi menghidupkan kembali karier sepak bolanya di tempat lain. ***
Editor : Ibnu Yunianto