RADAR BALI - Aroma Belanda akan semakin kuat di Bali United musim depan. Berdasarkan publikasi basis data dan laporan media olahraga Eropa, terdapat pergerakan signifikan mengenai rumor maupun konfirmasi kepindahan pemain asal Negeri Kincir Angin, baik yang berstatus lulusan Eredivisie maupun pemain asal kawasan Balkan, menuju Pulau Dewata.
Pelatih Bali United Johnny Jansen tampaknya benar-benar ingin membangun fondasi taktik yang kental dengan gaya sepak bola tanah kelahirannya. Nama pertama yang mengguncang lantai bursa adalah Mitchell Dijks.
Bek kiri berpengalaman berusia 33 tahun ini bukan nama sembarangan di sepak bola Eropa. Sebagai jebolan asli akademi Ajax Amsterdam, Dijks mengantongi 330 penampilan di kompetisi elite sekelas Eredivisie dan Serie A Italia bersama Bologna.
Sinyal merapatnya sang pemain menguat setelah ia diketahui sedang membangun rumah pribadi di kawasan Uluwatu, Badung.
Dengan status bebas transfer setelah berpisah dari Fortuna Sittard, Dijks menjadi properti panas yang ideal untuk menyuntikkan mental juara ke lini belakang tim.
Masih di sektor pertahanan, radar Bali United juga mengarah pada talenta muda berdarah Indonesia-Belanda, Tim Geypens.
Jurnalis Belanda, Niels Dijkhuizen, membeberkan bahwa proses negosiasi perpanjangan kontrak pemain berusia 20 tahun itu dengan FC Emmen menemui jalan buntu.
Situasi ini langsung dimanfaatkan manajemen Serdadu Tridatu. Geypens merupakan pemain serbabisa di koridor kiri yang dapat diplot sebagai bek kiri, wing-back, hingga gelandang kiri.
Bergeser ke lini serang, nama Remco Balk mencuat sebagai komoditas terpanas di pertengahan Juni.
Penyerang sayap berusia 26 tahun milik SC Cambuur ini tampil impresif di kasta kedua Liga Belanda dengan mengemas 7 gol dan 5 asis dari 37 pertandingan musim lalu.
Profil lulusan akademi FC Groningen yang sempat memperkuat FC Utrecht ini diproyeksikan untuk mengisi slot lowong pasca-kepergian Diego Campos.
Tidak sendirian, rekan setim Balk di SC Cambuur, Jort van der Sande, juga dilaporkan media terkemuka Voetbal International sedang berada dalam negosiasi intensif dengan Bali United.
Striker bertinggi 183 cm berusia 30 tahun tersebut tampil sangat konsisten dengan torehan 9 gol dan 2 asis dari 35 laga.
Rekam jejak panjang Van der Sande di kompetisi Belanda menjadikannya kandidat kuat ujung tombak baru pilihan Pelatih Johnny Jansen setelah manajemen melakukan perombakan total di lini depan.
Kehadiran para incaran baru ini melengkapi gelombang pemain Belanda yang sebelumnya sudah mengamankan kontrak jangka panjang di Bali United hingga Juni 2027.
Mereka adalah pemain sayap kanan Thijmen Goppel yang diboyong dari Wehen Wiesbaden, gelandang serang Jordy Bruijn eks dirigen Heracles Almelo, penjaga gawang Mike Hauptmeijer yang direkrut dari PEC Zwolle, serta gelandang bertahan berpengalaman Tim Receveur dari Almere City.
Menariknya, perubahan strategi tidak hanya berpusat pada aroma Eredivisie. Bali United juga menunjukkan pergerakan taktis untuk menjaga karakter penyerang asal kawasan Balkan.
Setelah resmi berpisah dengan striker asal Montenegro, Boris Kopitovic, yang mengemas 14 gol selama 18 bulan masa baktinya, manajemen langsung membidik suksesor yang sepadan.
Nama Mihailo Perovic, penyerang berusia 29 tahun asal Montenegro, kini masuk dalam radar utama.
Perovic yang baru saja dilepas oleh Persebaya Surabaya berstatus bebas transfer, menjadikannya target potensial yang sangat masuk akal untuk mendarat di Stadion Kapten I Wayan Dipta demi menjaga ketajaman lini serang Serdadu Tridatu musim depan.***
Editor : Ibnu Yunianto