RADAR BALI – Manajemen Bali United akhirnya mengambil langkah cepat demi mengamankan fondasi tim untuk musim depan.
Merespons gelombang desakan dari suporter, manajemen Serdadu Tridatu kini dikabarkan tengah memfinalisasi perpanjangan masa bakti gelandang enerjik asal Jepang, Teppei Yachida, untuk mengarungi Liga 1 musim kompetisi 2026/2027.
"Teppei Yachida Still Tridatu," unggah akun resmi Bali United pada Kamis (25/6).
Masa depan pemain berusia 24 tahun ini sempat diselimuti ketidakpastian. Didatangkan dari klub Liga 2 Jepang, RB Omiya Ardija pada bursa transfer paruh musim (Desember 2025) lalu, Yachida hanya diikat dengan kontrak jangka pendek hingga akhir musim 2025/2026.
Begitu pekan terakhir BRI Super League resmi berakhir pada akhir Mei 2026 kemarin, kontraknya di Stadion Kapten I Wayan Dipta pun kedaluwarsa.
Sempat beredar kabar bahwa tim pelatih yang dipimpin Pelatih Bali United Johnny Jansen menahan pengumuman karena sedang melakukan evaluasi total terhadap kerangka skuat.
Namun, statistik impresif di lapangan membuat manajemen tidak berpikir dua kali untuk mempertahankannya dari godaan klub rival.
Rapor dan Statistik Impresif Teppei Yachida
Selama setengah musim memperkuat Bali United di paruh kedua kompetisi, pemain bernomor punggung dinamis ini mencatatkan statistik yang sangat menonjol:
Total Penampilan: 17 Pertandingan
Starter (Sejak Menit Awal): 16 Kali
Total Menit Bermain: 1.340 Menit
Kontribusi Gol: 6 Gol
Kontribusi Umpan Matang (Assist): 4 Assists
Rata-rata Konversi Gol: 1,28 per pertandingan
Rata-rata Passing Sukses: 2,48
Kedisiplinan: 1 Kartu Kuning, 0 Kartu Merah
Adaptasi Kilat dan Solusi Badai Cedera
Bergabung dengan iklim sepak bola Indonesia untuk pertama kalinya tidak membuat Yachida membutuhkan waktu lama untuk menyatu. Torehan 6 gol dan 4 assists menjadi bukti sahih betapa mengerikannya efektivitas pemain ini di lini depan.
Kehadiran Yachida juga menjadi berkah luar biasa bagi skuat asuhan Pelatih Bali United Johnny Jansen.
Di saat dua gelandang kreatif lainnya, Mirza Mustafic dan Jordy Bruijn, sempat menepi karena pemulihan cedera, Yachida tampil sebagai tumpuan utama alur serangan tim.
Kinerjanya yang eksplosif bahkan sempat menciptakan dilema manis bagi tim pelatih dalam menentukan pilihan utama di sektor gelandang serang.
Gelandang Spesialis Laga Besar
Sepanjang putaran kedua, Yachida kerap menciptakan momen-momen kunci yang krusial. Ia membuka keran skornya dengan langsung mencetak brace (dua gol) saat membantu tim memenangkan drama 7 gol melawan Arema FC yang berakhir dengan skor 4-3.
Tak hanya itu, ia membuktikan mentalitasnya sebagai spesialis laga besar dengan mencetak gol-gol penting ke gawang tim papan atas.
Salah satu yang paling diingat publik Gianyar adalah eksekusi sepakan bebas melengkung yang indah ke gawang Persib Bandung. Ia juga mencetak gol berharga saat menghadapi PSBS Biak, Malut United FC, dan Borneo FC Samarinda.
Menjelang akhir musim pada bulan April dan Mei, Yachida menunjukkan kedewasaan bermain dengan lebih dominan berperan sebagai pelayan lini serang. Ia menyumbang assists penting pada laga kemenangan melawan PSM Makassar serta laga penutup musim saat bersua Dewa United FC.
Secara keseluruhan, perekrutan Teppei Yachida pada paruh musim 2025/2026 terbukti sebagai salah satu langkah transfer paling sukses bagi Bali United.
Dengan kepastian bertahannya sang motor serangan, Serdadu Tridatu menatap Liga 1 musim 2026/2027 dengan rasa percaya diri yang jauh lebih tinggi.***
Editor : Ibnu Yunianto