Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tingkatkan Mutu Pelatih Lokal, Juru Taktik Bali United Youth Ikuti Workshop Coach Educator PSSI di Jogjakarta

Marsellus Pampur • Selasa, 30 Juni 2026 | 05:29 WIB
TUNTASKAN PELATIHAN : Sandhika Pratama yang saat ini menjabat sebagai Pelatih Bali United Youth mengikuti PSSI Coach Educator Workshop Batch 2.(ist) 
TUNTASKAN PELATIHAN : Sandhika Pratama yang saat ini menjabat sebagai Pelatih Bali United Youth mengikuti PSSI Coach Educator Workshop Batch 2.(ist) 

DENPASAR, Radar Bali.id – Manajemen Bali United FC terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan regenerasi dan peningkatan mutu sepak bola nasional, tidak hanya pada sektor pemain tetapi juga kualitas para peramu taktik.

Baca Juga: Teppei Yachida Resmi Bertahan di Bali United

Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Sandhika Pratama yang saat ini menjabat sebagai Pelatih Bali United Youth, dalam agenda PSSI Coach Educator Workshop Batch 2 yang berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026 di Jogjakarta.

Baca Juga: Profil dan Statistik Queven Inacio Da Silva, Calon Pengganti Mirza Mustafic di Bali United

Program prestisius yang diinisiasi oleh federasi pusat ini bertujuan sebagai ruang penyegaran pemahaman (refreshment) bagi para Coach Educator (pelatih para calon pelatih).

Melalui program ini, diharapkan para peserta mampu melahirkan pelatih-pelatih lokal baru yang berkualitas di daerah masing-masing, yang pemahamannya sejalan dengan tren dan perkembangan taktik sepak bola modern di tingkat dunia.

Dalam workshop nasional tersebut, Sandhika Pratama, 38, menjadi salah satu wakil Coach Educator resmi dari Provinsi Bali. Ia berangkat mendampingi pelatih kepala Perseden Denpasar, Anak Agung Ketut Bramastra.

Kedua pelatih asal Pulau Dewata ini bergabung bersama deretan nama arsitek sepak bola mentereng di tanah air. Di antaranya terdapat mantan pelatih asal Austria yang telah lama mengabdi di sepak bola Indonesia, Wolfgang Pikal; eks nahkoda Timnas Putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada; hingga mantan pelatih kepala Timnas Indonesia Putra senior era 2012, Nil Maizar.

Selama kurun waktu kurang lebih satu minggu di Yogyakarta, para peserta mendapatkan pembinaan materi berbobot dan praktik lapangan secara langsung dari instruktur papan atas PSSI.

Di antaranya Coach Alistair Smith yang kini menjadi bagian dari PSSI Education and Development Department, serta dibantu oleh Aldi Iqbal, Bambang Nurdiansyah, dan John Arwandi.

”Selama mengikuti kegiatan workshop ini, banyak sekali hal baru yang saya dapatkan. Terutama dalam meng-update diri saya sebagai seorang Coach Educator agar nantinya bisa melatih para calon pelatih baru dengan ilmu kepelatihan dinamis yang sedang berkembang di dunia saat ini," ujar Sandhika Pratama saat dihubungi pada Senin (29/6/2026) pukul 14.00 Wita.

Pelatih berbakat yang juga baru saja menyelesaikan tugas negara mengawal tim kepelatihan Timnas Indonesia U-17 tersebut menjelaskan bahwa sepak bola terus berubah mengikuti zaman.

Melalui Coach Educator Refreshment ini, ia mempelajari banyak metodologi baru yang siap ia tularkan ke daerah asal demi kemajuan sepak bola Bali dan nasional.

Saat ini, Sandhika Pratama menjadi salah satu dari dua pelatih resmi yang dimiliki oleh Bali United FC yang mengantongi lisensi khusus sebagai seorang Coach Educator.

Satu pelatih berkualitas lainnya adalah Coach I Gde Mahatma Dharma, yang sebelumnya juga telah sukses menjalani penyegaran serupa. Langkah investasi SDM ini sengaja diambil manajemen Serdadu Tridatu demi meningkatkan kualitas para calon pelatih lokal di Bali.

Hingga saat ini, Bali United yang bersinergi erat dengan Asprov PSSI Bali tercatat telah sukses menggelar kurang lebih 6 gelombang pelaksanaan kursus kepelatihan Lisensi D PSSI. Dari program kolaborasi tersebut, hampir 500 pelatih sepak bola baru berhasil dicetak dari Pulau Dewata.

Guna menjaga momentum kebangkitan sepak bola usia dini, pada akhir bulan Juni 2026 ini juga akan kembali digelar kursus Lisensi D PSSI di Bali. Tak berhenti sampai di sana, pada bulan Juli 2026 mendatang, Bali United FC bersama PSSI Bali secara perdana akan menaikkan level dengan menggelar kursus Lisensi C PSSI.

Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas taktik pelatih lokal agar sepak bola Indonesia kian disegani di kancah internasional. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Workshop #bali united #manajemen #kepelatihan #regenerasi