Bali United terus mempersiapkan musim baru 2026/2027 dengan matang. Terbaru, klub berjuluk Serdadu Tridatu ini mengumumkan secara resmi jersey anyar tim. Tak tanggung-tanggung, klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini bekerja sama dengan apparel raksasa dunia, Adidas.
DARI keterangan yang dirangkum Jawa Pos Radar Bali, kerja sama multi-tahun ini mencakup jersey kandang dan tandang untuk tim senior, Elite Pro Academy (EPA), serta Fan Jersey.
Baca Juga: Pencinta Sepak Bola Buat Komunitas Sepak Bola Trent FC: Ciptakan Jingle dan Jersey
Adidas akan menyediakan apparel dan perlengkapan resmi tim senior (first squad) dan kelompok usia muda, sekaligus menghadirkan koleksi fan jersey bagi para pendukung Bali United FC.
Menariknya, desain jersey ini merupakan hasil kolaborasi antara Adidas Indonesia, Bali United FC, dan seniman lokal Bali, Dewa Gede Raka Jana Nuraga alias Rakajana. Jersey Home Bali United terinspirasi dari sosok Barong Ket yang menjadi simbol kebaikan, keberanian, dan energi pelindung dalam budaya Bali.
Visualnya dikembangkan dengan gaya ilustrasi khas Rakajana yang memadukan unsur tradisi dan sentuhan kontemporer.
Sementara jersey Away terinspirasi dari sosok Hanoman yang dikenal akan kesetiaan, kecerdasan, dan semangat juangnya. Secara visual, karya ini juga mengambil inspirasi dari Lamak Bali, elemen budaya yang sarat makna doa, rasa syukur, dan keharmonisan.
CEO Bali United Yabes Tanuri mengatakan, kolaborasi brand apparel untuk musim kompetisi baru memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.
”Kerja sama yang terjalin antara Adidas dengan Bali United FC memberikan dampak positif di mana kedua pihak memiliki tujuan yang selaras, terutama di bidang olahraga,” katanya dalam acara launching yang digelar di Bali United Training Center, Gianyar, pada Jumat (24/7/2026) malam.
Sementara itu, sang seniman Rakajana menuturkan bahwa konsep jersey yang digambarkannya terinspirasi mendalam dari kekayaan budaya Bali.
”Jersey Bali United musim ini secara keseluruhan masih terinspirasi dari kekayaan budaya Bali yang saya padukan dengan pendekatan visual modern,” ujarnya.
Bagi Rakajana, jersey bukan sekadar seragam pertandingan, melainkan identitas yang merepresentasikan semangat, karakter, dan kebanggaan di dalam maupun di luar lapangan.
”Bagi saya, desain jersey bukan hanya tentang menghadirkan visual yang menarik, tetapi juga bagaimana sebuah cerita dan nilai budaya dapat diterjemahkan menjadi identitas yang mampu menyatukan banyak orang dalam satu kebanggaan,” tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali