RADAR BALI – Kabar terbaru datang dari Bali United FC pada Jumat (31/7) sore, di mana satu pemain mereka resmi mengakhiri kerja sama untuk musim yang baru.
Pemain yang dimaksud adalah Jordy Bruijn, gelandang tengah asal Belanda yang menjadi bagian dari Serdadu Tridatu pada kompetisi Super League musim 2025/2026 lalu.
Jordy Bruijn sepakat mengakhiri kerja sama dengan Bali United FC jelang menyambut kompetisi Super League 2026/2027 yang akan datang. Kepastian berpisahnya sang pemain dipertegas langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri.
"Setelah terjalin kesepakatan bersama, kami dari Bali United mengumumkan bahwa kerja sama dengan Jordy Bruijn telah berakhir untuk musim kompetisi yang baru," kata CEO Bali United Yabes Tanuri.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Jordy yang telah berjuang bersama selama satu musim terakhir dan semoga sukses untuk perjalanan karier berikutnya," ucap Yabes Tanuri.
Kontribusi Sang "Super Sub"
Didatangkan dari klub kasta kedua Liga Belanda, Heracles Almelo, mantan binaan akademi Ajax Amsterdam ini awalnya diproyeksikan sebagai amunisi tambahan untuk memperkuat kreativitas lini tengah Serdadu Tridatu.
Meski masa baktinya tergolong singkat, rekam jejak dan kontribusi Jordy Bruijn bersama Bali United cukup mentereng. Pemain berusia 28 tahun tersebut mencatatkan 4 gol dan 2 assist dari total 20 penampilannya.
Menariknya, Bruijn kerap menjelma menjadi pembeda di lapangan. Beberapa gol krusial yang ia sarangkan justru lahir setelah dirinya masuk dari bangku cadangan, membuatnya layak dijuluki sebagai supersub mewah milik Serdadu Tridatu sepanjang musim lalu.
Sinyal Perubahan Strategi dan Peta Pemain Asing
Keputusan untuk melepas pemain dengan efisiensi tinggi seperti Bruijn mengindikasikan adanya evaluasi mendalam di jajaran pelatih. Perpisahan ini memberi indikasi kuat bahwa jajaran pelatih menginginkan profil gelandang dengan karakteristik berbeda untuk musim depan, seperti kebutuhan akan pemain berdaya jelajah lebih tinggi, sosok box-to-box murni, atau pengatur tempo yang lebih dominan sepanjang 90 menit pertandingan.
Dilepasnya Bruijn terjadi di tengah langkah agresif manajemen dalam menyusun ulang komposisi legiun asing. Menyongsong bergulirnya kompetisi Super League 2026, Bali United secara resmi merampungkan komposisi pilar asing mereka.
Tim berjuluk Serdadu Tridatu ini bergerak di bursa transfer dengan mengamankan kuota 11 pemain asing demi membentuk skuad yang kompetitif dan siap bersaing di papan atas.
Kehadiran para pemain asing ini mencakup perpaduan dari amunisi baru serta pilar penting yang terus dipercaya memperkuat tim. Komposisi 11 pemain asing Bali United untuk musim ini diperkuat oleh:
Mike Hauptmeijer (Penjaga Gawang), Tim Receveur, Thijmen Goppel, Remco Balk, Jort van der Sande, Joao Ferrari, Queven Inacio Da Silva, Brandon Wilson, Teppei Yachida, dan Thomas Lam.
Langkah manajemen Bali United mendatangkan deretan nama di atas menunjukkan ambisi besar untuk menghadirkan kualitas permainan level tinggi, efisiensi taktik, serta kedalaman skuad di setiap lini.
Amunisi Tambahan Berdarah Indonesia
Tak hanya mengandalkan legiun asing, Bali United juga makin solid dengan kehadiran dua pemain naturalisasi keturunan Belanda, yakni Tim Greypens dan Jens Raven.
Kehadiran Jens Raven dan Tim Greypens memberikan keuntungan tersendiri bagi pelatih. Selain memiliki kualitas teknik standar Eropa, status kewarganegaraan Indonesia yang mereka miliki memberi fleksibilitas taktik tanpa mengurangi kuota pemain asing di lapangan.
Dengan perpaduan pilar asing berkualitas serta deretan pemain lokal dan naturalisasi yang mumpuni, Bali United siap melangkah optimistis mengarungi sengitnya persaingan Super League 2026.
Kini, kebersamaan singkat antara Bali United dan pesepak bola asal Negeri Kincir Angin tersebut telah resmi usai. Terima kasih atas dedikasinya dan sukses untuk perjalanan karier berikutnya, Jordy Bruijn!***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali