Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dihantam Gelombang, Jukung Nelayan Jembrana Tenggelam di Selat Bali

Donny Tabelak • Jumat, 1 Februari 2019 | 18:45 WIB
dihantam-gelombang-jukung-nelayan-jembrana-tenggelam-di-selat-bali
dihantam-gelombang-jukung-nelayan-jembrana-tenggelam-di-selat-bali

NEGARA – Cuaca buruk bukan saja terjadi di daratan wilayah Jembrana. Di perairan Selat Bali juga terjadi angin kencang dan gelombang tinggi kemarin dini hari menimbulkan korban.


Seperti yang dialami Suratno, 45, nelayan asal Banjar Munduk, Pengambengan. Suratno melaut mengunakan jukung berwarna pink dengan tujuan untuk menjaring ikan sambil memancing di perairan Selat Senggrong.


Bersama nelayan lain di perairan tersebut Suratno lalu menebar jarring kambang dan memancing ikan. Namun, saat sedang asyik memancing sekitar pukul 02.30 Wita tiba-tiba datang angin kencang.


Tidak lama kemudian datang gelombang tinggi menghantam jukung yang digunakan Suratno melaut. Jukung tersebut seketika terbalik dan Suratno jatuh ke laut lalu tenggelam.


Melihat jukung itu terbalik dan Suratno tenggelam, nelayan lain kemudian berusaha menolong. Akhirnya Suratno berhasil diselamatkan dan dibawa ke daratan.


Kejadian itu kemudian diinfornasikan ke Polair Polres Jembrana. “Kami kemudian menuju ke lokasi sekaligus melakukan pencarian terhadap jukung itu,” ujar Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Edy Waluyo.


Akhirnya jukung milik Suratno berhasil ditemukan dan ditarik ke pelabuhan perikanan Nusantara Pengembengan.


“Suratno tidak mengalami luka-luka. Namun, perlengkapan melaut, ponsel dan genset merek Daiho yang terpasang di jukung itu hilang,” jelasnya.

Editor : Donny Tabelak
#nelayan jembrana #angin kencang #polair polres jembrana #gelombang tinggi