DENPASAR – Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali makin tak terbendung.
Meski upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Corona virus disease 2019 sudah memasuki bulan keenam. Namun hingga kini belum menunjukkan tanda penurunan kasus secara signifikan.
Sebaliknya, naiknya kasus terkonfirmasi positif di Provinsi Bali justru menyebabkan banyak ruang isolasi dan ruang karantina di Bali makin penuh.
Akibatnya, naiknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga menyebabkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kewalahan dan harus segera melakukan tindakan konkrit.
Seperti ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.
Dijelaskan, sesuai data harian kasus Covid-19 di Provinsi Bali yang diterima Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Provinsi Bali, per Senin (21/9) hari ini, tercatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 139 orang atau secara komulatif menjadi 7.888 orang.
Sedangkan untuk pasien meninggal akibat Covid-19, tercatat ada penambahan sebanyak 6 (enam) orang atau secara komulatif menjadi 222 orang.
Sementara untuk jumlah pasien sembuh, ada penambahan sebanyak 80 orang atau total menjadi 6.418 orang. Dan untuk pasien yang kini masih dalam perawatan ada sebanyak 1.248 orang.
Nah, terkait tingginya jumlah pasien yang masih dalam perawatan, Dewa Indra yang juga menjabat sebagai ketua harian GTPP Provinsi Bali ini mengaku bahwa pemerintah (Pemprov Bali) menaruh perhatian serius.
Bahkan, rencananya, dengan tingginya jumlah pasien yang masih dalam perawatan, pihaknya kembali meminta tambahan ruangan isolasi.
“Saya minta agar ada penambahan 10 titik hotel karantina khusus bagi OTG (orang tanpa gejala) dan gejala ringan," tegas Dewa Indra usai penyerahan sertifikat penghargaan kepada relawan penanganan kasus Covid-19, di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Senin (21/9).
Selain itu, Dewa Indra juga mengimbau agar semua masyarakat tidak menyerah dengan keadaan.
“Kita jangan pernah menyerah dengan keadaan sekarang, karena bagaimanapun pandemi Covid-19 ini harus tetap kita hadapi bersama. Kita lawan dengan menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun berada,”tukasnya
Editor : Didik Dwi Pratono