NEGARA- Makhluk hidup di dunia ini sangatlah bergantung kepada hutan karena sangat banyak fungsi hutan bagi makhluk hidup itu sendiri.
Salah satu fungsi hutan yang dapat dirasakan yakni sebagai paru-paru dunia karena dapat menyerap gas karbondioksida yang berbahaya bagi manusia dan menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan bagi manusia.
Hutan juga sebagai daerah resapan agar tidak terjadi banjir ketika musim hujan dan sebagai sumber cadangan air ketika kemarau agar tidak terjadi kekeringan.
Mengenai adanya permasalahan terkait hutan, Calon Bupati Jembrana I Nengah Tamba menawarkan sejumlah solusi.
Salah satunya dengan membuat program perhutanan keluarga.
Menurutnya, perhutanan keluarga merupakan sistem pengelolaan hutan yang dilaksanakan dalam area rumah berhalaman cukup yang bertujuan untuk penghijauan di area rumah.
Disamping itu, pemenuhan kebutuhan upacara keagamaan, ketahanan pangan dan kebutuhan obat-obatan herbal.
"Program perhutanan keluarga ini dirancang berbasis teknologi informasi untuk mengetahui pemetaan program ini dan me-monitoring keberhasilannya," ujar mantan ketua Komisi III DPRD Bali ini.
Melalui program ini, pihaknya optimistis bisa dikerjakan karena setiap keluarga Jembrana memiliki halaman cukup.
Diharapkannya, warga bisa menanami halaman dengan pohon-pohon sehingga nantinya dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, baik untuk upacara keagamaan, ketahanan pangan dan obat-obatan.
Karena itu, jenis tanaman spesifik seperti pohon buah-buahan, kelapa, bambu, sandat, cempaka, mahoni, kumis kucing, pandan, sayur-sayuran, bumbu-bumbuan dan tanaman obat-obatan lainnya.
Setiap keluarga yang mengikuti program perhutanan keluarga tersebut disediakan bibit pohonnya dan data lokasi rumah keluarga tersebut, serta jenis phon yang ditanan akan diinput kedalam sistem informasi untuk mengetahui sebaran rumah yang mengiikuti program perhutanan keluarga.
"Program ini sekaligus untuk menghadapi dampak perubahan iklim dan rentannya Bali terhadap bencana alam mengingat setiap keluarga sudah menyiapkan sendiri ketahanan pangan mereka," terangnya.
Sementara Calon Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna menambahkan, perhatiannya terhadap masalah hutan sangat besar.
Hal tersebut tercermin dalam satu misi yaitu, menjaga kelestarian hutan pegunungan, hutan bakau dan buyuk sebagai satu kesatuan ekosistem dalam konsep segara gunung (Wana Kerthi) yang diimplementasikan kedalam 10 program.
Dalam pemerintahannya nanti, akan berupaya keras untuk menjaga kesucian dan kelestarian hutan dan pegunungan.
Sebagai salah satu sumber kehidupan hakiki, hutan sebagai sumber oksigen dan bahan baku produksi serta tempat hidup dan perlindungan mahluk hidup lainnya, sudah seharusnya lestari agar kehidupan dapat berlanjut.
"Eksploitasi yang berlebih terhadap sumber daya hutan ini tanpa mempertimbangkan daya tumbuh kembali terhadap habitat yang ada maka akan merusak ekosistem yang ada," ujarnya
Pendekatannya adalah secara Sekala dan niskala. Secara Sekala, pelestarian hutan dimulai dari lingkup kecil yaitu keluarga, bagaimana sebuah keluarga yang memiliki halaman di rumahnya dapat mengimplementasi hutan keluarga sekaligus upaya pelestarian adat dan istiadat.
Secara kelompok atau komunitas, bagaimana bisa tumbuh kesadaran bersama untuk melakukan penghijauan dan pemanfaatan hutan secara benar untuk menghasilkan nilai ekonomis.
Secara niskala diwujudkan dengan secara konsisten melaksanakan berbagai upakara yang terkait dengan menjaga kesucian dan kelestarian hutan dan pegunungan.
"Hutan menjadi ekosistem yang sangat penting bagi kehidupan manusia yang ada di bumi. Karena tanpa hutan tidak ada kebahagiaan bagi manusia. Bahagia memang sederhana, namun untuk mewujudkannya butuh komitmen," tandasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono