KARANGASEM-Warga di pesisir Pantai Taman Sari, Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Jumat (6/11) sekitar pukul 06.00 WITA dibuat geger.
Heboh warga ini menyusul terdamparnya bangkai ikan raja herring (Regalecus glesne) sepanjang 2, 5 meter.
Secara ilmiah, Ikan Raja Herring (Regalecus glesne) ini merupakan spesies dari Oarfish dari keluarga Regalecidae.
Keberadaan ikan yang juga biasa dijuluki “Ikan pita” ini hidup tersebar di seluruh dunia (tidak termasuk di wilayah kutub).
Ikan raja herring juga merupakan ikan bertulang sejati terpanjang di dunia. Perawakannya yang seperti pita. Ikan raja herring juga memiliki sirip punggung di sepanjang tubuhnya, serta sirip dada yang tipis dan panjang.
Selain itu, Ikan raja herring memiliki warna keperakan dengan titik hitam dan sirip warna merah. Karakteristik fisik dan metode berenangnya yang berombak, banyak spekulasi dan mitos bahwa ikan ini juga biasa dikenal sebagian pelaut sebagai “naga laut”.
Sementara itu, bagi masyarakat awam, ikan ini memang jarang ditemukan di perairan dangkal. Hidup spesies dari Oarfish ini juga hanya ditemukan di perairan dalam di semua samudera.
Maka tak heran, jika dengan kemunculan Oarfish, banyak masyarakat heboh dan mengganggap sebagai ikan aneh.
Apalagi, sebelum kemunculan bangkai Oarfish di pesisir Taman Sari, Tianyar Barat, Kubu, ikan ini juga sempat muncul sebelum adanya gempa dan tsunami di Palu dan Jepang.
Bahkan dengan seringnya kemunculan ikan ini di perairan dangkal sebelum terjadinya gempa/tsunami, banyak masyarakat yang menyebut Oarfish sebagai "ikan pembawa kabar gempa".
“Oarfish..kalau sampai ikan nika (ini) keluar biasanya tanda-tanda bencana seperti gempa/tsunami keto ane tiyang (begitu kalau saya) baca di google..Astungkara Rahayu Gumine (semoga Bumi selalu dalam lindungan-NYA)” tulis @Gede Sutapa di salah satu akun media sosial.
Selain Sutapa, ada juga pemilik akun Facebook @Andika. “Oarfish, sering disangkutpautkan dengan bencana alam laut dan gempa bumi” tulisnya.
Terkait terdamparnya ikan raja herring, Kapolsek Kubu I Nengah Sona membenarkan dengan terdamparnya ikan.
Menurutnya, bangkai ikan ditemukan salah seorang warga bernama I Gede Astika sudah dalam keadaan mati atau menjadi bangkai.
Bangkai ikan inipun sempat diunggah ke media social IG miliknya @Astika Beach.
Bahkan atas temuan itu, pihaknya juga telah memerintahkan Bhabinkamtibmas setempat untuk mengecek ke lokasi tempat bangkai ikan ditemukan.
Namun, saat dicek ke lokasi, ikan sudah tidak ada. “Iya benar. Tetapi saat anggota Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan, ikan sudah tidak ada. Kami tidak tahu ikan dibawa kemana,”tukasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono