DENPASAR - Melihat perkembangan kasus Covid-19 di Bali, laporan Tim Satgas Penanganan Covid 19 masih belum dikatakan menurun drastis.
Data pada Rabu (23/12) dapat dilihat bahwa angka yang positif masih ratusan. Dimana detailnya, ada diangka 122 orang dan secara komulatif menjadi 16.702 orang.
Sedangkan yang meninggal ada tambahan sebanyak 2 oran dan secara komulatif menjadi 489 orang. Untuk yang masih perawatan ada sebanyak 985 orang.
"Saya mengikuti perkembangan Covid dan itu lebih banyak di klaster kota, bukan di desa-desa," ujar Gubernur Bali Wayan Koster.
Lalu bagaimana dengan yang sembuh? Data menyebut ada tambahan sebanyak 95 orang dan secara komulatif menjadi 15.228 orang. Jika melihat persentase antara yang sembuh dan terkonfirmasi positif memang tinggi.
Namun bukan semata hal ini karena keberhasilan terapi arak Bali. Belum ada penelitian yang serius terkait ini. Meski, Gubernur Bali masih mempercayai angka kesembuhan yang tinggi ini dilakukan karena teraphi arak Bali.
Pun demikian, jika terapi arak Bali ini memang benar, mengapa angka positif di Bali masih tetap tinggi dan gubernur Bali tidak membuat aturan untuk mewajibkan warganya minum arak Bali.
Hal ini pun ditanggapinya. Baginya, usadha atau pengobatan dengan teraphi arak Bali ini adalah pilihan yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Apakah mau atau tidak, itu adalah hak warga.
"Itu (teraphi arak Bali) hak warga, saya hanya mendorong saja. Toh sekarang bahan baku arak di jual bebas di apotik," jawabnya.
Editor : Didik Dwi Pratono