GIANYAR– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, mengusulkan Bali lockdown selama 2 minggu.
Usulan ketua Dewan Gianyar, ini karena kasus konfirmasi positif Covid-19 dari hari ke hari terus bertambah.
Bahkan, menurutnya momentum Nyepi pada 14 Maret mendatang dipandang tepat untuk mengawali lockdown selama dua pekan.
“Sekalian saja lockdown selama dua minggu (14 hari, red),” tegas Tagel, Senin (25/1).
Selama 14 hari, Tagel mengusulkan supaya masyarakat diberikan kebutuhan pangan selama berada di rumah masing-masing.
“Dengan catatan, selama 14 hari, kebutuhan masyarakat terutama pangan dijamin oleh pemerintah. Minimal sembako,” pintanya.
Tagel Winarta ngotot agar Bali lockdown, mengingat pandemi sudah berlangsung setahun lebih.
Perekonomian masyarakat yang bertumpu pada sektor pariwisata terdampak.
“Setelah lockdown kami lihat tren. Apa masih naik atau mau turun. Kalau masih juga naik, saya jadi meragukan keabsahan hasil uji swab,” jelasnya.
Disamping itu, upaya pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai kurang efektif.
“Imbauan hanya berlaku setengah-setengah. Di lapangan semua kamuflase. Tidak ditegakkan dengan tegas,” jelasnya.
Kata dia, aktivitas masyarakat selama PPKM tidak jauh beda dengan hari biasanya.
“Piodalan masih berkerumun. Pasar ramai, sengol ramai. Artinya surat edaran itu untuk apa?,” ujarnya bertanya balik.
Maka dari itu, dewan asal Kecamatan Tampaksiring, ingin Bali lockdown selama dua minggu.
Tagel juga mengkritisi soal aturan wajib uji swab bagi wisatawan yang masuk Bali.
Hal ini menurutnya sama dengan menutup keran pendapatan bagi kalangan pariwisata di Bali.
Sebab wisatawan merasa terbebani dengan biaya uji swab yang tidak murah.
“Orang punya duit untuk liburan. Tapi menjadi berat ketika harus uji swab. Ya kalau sendiri. Kalau sekeluarga keluar duit lumayan kan?,” terangnya.
Yang mengganjal, tes swab justru hanya diberlakukan untuk Bali? “Daerah tujuan wisata lain, longgar kok,” terangnya.
Tagel berharap pemerintah pusat menggratiskan biaya uji swab bagi wisatawan yang mau berkunjung ke Bali.
“Ini akan sangat membantu hotel, restoran dan objek wisata di Bali. Apalagi saat ini sudah banyak akomodasi maupun objek yang lolos audit CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) dan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono