MANGUPURA– Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar kembali memberikan warning alias peringatan dini.
Peringatan dini BBMKG itu menyusul dengan prediksi munculnya gelombang tinggi yang terjadi di sekitar perairan Bali hingga tiga hari mendatang.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo, SP, menjelaskan berdasarkan prakiraan cuaca harian wilayah Bali, Sabtu (29/5) hari ini,
tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0.25-1,5 meter, perairan Selatan Bali berkisar antara 1-3.5 meter, Selat Bali berkisar antara 0.5-2.5 meter dan Selat Lombok berkisar antara 0.5-2.5 meter.
“Kondisi ini disebabkan sebagian wilayah Bali sudah memasuki musim kemarau. Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 26-30 derajat celcius,”terangnya.
Kondisi air laut yang hangat, kata Agus Wahyu Raharjo dapat berkontribusi terhadap penguapan yang cukup untuk pembentukan awan hujan.
“Massa udara basah berkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500mb (5.800), ” jelas Agus Wahyu Raharjo.
Lebih lanjut, dari prediksi cuaca tiga hari kedepan umumnya cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di Bali bagian barat, tengah dan timur.
Selain itu, angin umumnya bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan antara 6-36 Km per jam.
Tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0.25-1.5 meter, di perairan Selatan Bali berkisar antara 1-5 meter, Selat Bali berkisar antara 0.5 -4 meter dan Selat Lombok berkisar antara 0.5-4 meter.
“Waspada terhadap potensi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok dan Samudera Hindia Selatan Bali, ” bebernya.
Terkait adanya potensi gelombang tinggi, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk waspada.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir, ” pungkasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono