Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Fermentasi Jerami Jadi Solusi Pakan Ternak saat Musim Kemarau

Yoyo Raharyo • Senin, 7 Juni 2021 | 23:45 WIB
fermentasi-jerami-jadi-solusi-pakan-ternak-saat-musim-kemarau
fermentasi-jerami-jadi-solusi-pakan-ternak-saat-musim-kemarau


DENPASAR - Pada musim kemarau peternak sapi bisa memanfaatkan limbah jerami untuk pakan ternak. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan melalui fermentasi juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan limbah jerami padi di masa panen padi.


 


“Pada musim kemarau kesulitan pakan di satu sisi potensi lahan pertanian cukup luas menghasilkan limbah jerami yang selama ini belum dimanfaatkan, maka apabila diberikan sentuhan teknologi dapat diperbaiki kualitasnya dan menjadi sumber pakan ternak sapi yang baik,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Dr. Ir. I dewa Nyoman Sudita, M.P., didampingi Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si saat ditemui di Denpasar pada Sabtu (5/6). 


 


Menurutnya, pemanfaatan limbah jerami sebagai pakan ternak selama ini belum optimal. Ia mencontohkan belum maksimalnya pemanfaatan jerami melalui fermentasi yang dilakukan oleh Kelompok Ternak  Sato Luwih, Desa Kendran, Tegalalang, Gianyar. Dampaknya saat musim kemarau para peternak kesulitan pakan.


 


Sudita menegaskan upaya memanfaatkan jerami padi pada sisi lain menjadi upaya dalam mewujudkan pertanian organiK. Di mana jerami padi selain dapat diolah menjadi pakan ternak melalui fermentasi juga dapat dijadikan kompos. 


 


Ketua Kelompok Ternak  Sato Luwih, I Ketut Canteng mengatakan keterangan dari ketua kelompok bahwa dari pihak desa sudah memberikan perhatian kepada kelompok dengan dimasukkannya usulan bantuan anggaran desa untuk melengkapi sarana yang dibutuhkan terutama dalam pengolahan pupuk organik, akan tetapi belum terealisasi.

Editor : Yoyo Raharyo
#bali