SINGARAJA-Puluhan calon siswa di wilayah Kecamatan Gerokgak, Buleleng terancam tak mendapat sekolah.
Puluhan siswa itu tak kebagian sekolah, daya tampung sekolah sudah melebihi.
Seperti yang terjadi di SMPN 2 Gerokgak. Sesuai zonasi, sekolah ini menerima siswa dari Desa Pemuteran, Sumberkima, dan Pejarakan.
Pada tahun ajaran ini, tercatat ada 433 orang siswa yang mendaftar. Paling banyak dari Desa Pejarakan yang berjumlah 206 orang siswa.
Kondisi itu membuat sekolah kelimpungan. Karena daya tampung sekolah hanya sebanyak 352 orang siswa saja.
Kepala SMPN 2 Gerokgak Gede Sartono mengaku, kondisi kelebihan siswa itu sudah berlangsung tiap tahun.
Hanya saja pada tahun ini terjadi lonjakan yang sangat signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kelebihan siswa masih bisa diakali dengan cara menerapkan kelas gemuk.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya masih bisa kami optimalkan. Satu kelas itu sampai 35 siswa. Tapi tahun ini sudah tidak bisa. Karena lebihnya sampai 81 orang,” kata Sartono saat ditemui di Singaraja, Selasa (29/6).
Terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, ia mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab sekolah sudah membuka sebelas rombongan belajar.
Sehingga pihaknya menyerahkan masalah tersebut pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.
“Masalah tahun ini, kami tidak bisa bicara banyak. Karena kami sudah mencapai kapasitas maksimal. Kami sudah sampaikan ke Disdikpora dan sedang diupayakan jalan keluarnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengaku pihaknya tengah mencari solusi di sekolah tersebut.
Solusi jangka pendek yang bisa diambil ialah memindahkan sebagian pelamar ke sekolah lain.
“Siswa dari beberapa SD, sedang kami jajaki. Supaya mereka bersedia bersekolah di SMPN 4 Gerokgak. Terutama yang tinggal di wilayah Desa Pemuteran yang di bagian timur.
Sehingga bisa mengurangi jumlah pelamar. Kalau di SMPN 4 Gerokgak, daya tampungnya masih memadai,” kata Astika.
Sementara untuk jangka panjang, solusi yang harus disiapkan mau tak mau adalah membangun sekolah baru.
Opsi itu, kata Astika sebenarnya sudah sempat diwacanakan pada tahun 2017 lalu.
Ketika itu, Disdikpora Buleleng berencana membangun SMP Satu Atap di Desa Pejarakan.
“Untuk jangka panjang, kami sedang buat kajian. Kalau melihat tren perkembangan penduduk, kemungkinan usulan sekolah baru di Desa Pejarakan. Karena di Desa Pejarakan saja, jumlah lulusan siswanya sudah 206 orang tahun ini. Kalau ada sekolah baru di sana, bisa mengurangi beban di SMPN 2 Gerokgak,” tukasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono