Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Tersentuh Bantuan, Akuforbali Jembatani Karya Anak Disabilitas

Yoyo Raharyo • Rabu, 30 Juni 2021 | 23:45 WIB
tak-tersentuh-bantuan-akuforbali-jembatani-karya-anak-disabilitas
tak-tersentuh-bantuan-akuforbali-jembatani-karya-anak-disabilitas

Di tengah pandemi, solidaritas antarwarga amat diperlukan. Apalagi, bantuan pemerintah kerap tak sampai pada yang terdampak dan membutuhkan.  



I WAYAN WIDYANTARA, Kuta Selatan



SEMANGAT kini menjadi hal yang paling berharga dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 seperti ini. Hal inilah yang coba ditunjukan oleh para penyandang disabilitas atau kebutuhan khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Provinsi Bali.



 


Situasi ini dilihat langsung oleh Akuforbali, sebuah wadah gerakan sosial di Bali yang bergerak selama Pandemi Covid 19 untuk membantu warga yang membutuhkan. Seperti dalam hal kebutuhan pangan.


 


Akuforbali mendatangi YPAC yang beralamat di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai Jimbaran, Kuta Selatan. Sambutan hangat dari anak-anak hingga usia dewasa pun mereka dapatkan saya kunjungan pada Minggu (27/6/2021).


 


"Saat kondisi pandemi ini, mereka (YPAC) bertahan hanya dengan mengandalkan donasi. Kalau bantuan dari pemerintah, kata mereka sih belum ada," ujar Koordinator Akuforbali, Isyanita Tunggal Dewi kepada radarbali.id.


 


Situasi yang serba sulit ini memang tak bisa dihindari. Dulunya, anak-anak di YPAC ini sangat kreatif. Mereka membuat kerajinan tangan untuk dijual di pasar oleh-oleh. Saat pandemi, mereka juga berusaha dengan membuat lukisan dan karikatur.


 


Potensi ini yang ingin jauh dikembangkan oleh Akuforbali untuk membantu anak-anak di YPAC ini.


 


"Kami berencana menjembatani usaha mereka karena ada beberapa anak yang berbakat dan memiliki karya yang memiliki nilai jual," sebutnya.


 


Anak-anak di YPAC, yakni mereka yang sudah dewasa juga dikatakan membutuhkan lowongan pekerjaan. Ini sangat dibutuhkan mereka dibanding hanya dengan menunggu donasi yang kian ke sini semakin berkurang.


 


"Harapan anak-anak YPAC adalah agar diberikan kesempatan berkarya dan kepercayaan oleh publik dan pemerintah," ujarnya.


 


Akuforbali sendiri datang bukan dengan tangan kosong. Mereka membawa bantuan berupa kebutuhan dapur untuk YPAC. Bahkan, Akuforbali mengatakan siap memberikan kebutuhan sembako untuk 1 bulan dan akan disupply secara berkala.


 


"Kami berbagi tanpa melihat keterbatasan. Kami berbagi dengan hati, di mana anak-anak disabilitas memiliki ketrampilan dan semangat yang luar biasa, namun terkendala support. Maka dari itu akuforbali akan membantu dan menyemangati mereka agar berkarya dan dihargai," pungkasnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#beri bantuan #pandemi covid-19 #disabilitas #ypac