AMLAPURA - Pemandu atau guide pendaki Gunung Agung dari jalur Besakih serta Pengubengan, Kecamatan Rendang, Karangasem berharap agar jalur pendakian segera kembali dibuka untuk wisatawan domestik (wisdom).
Ini karena jalur pendakian menuju Gunung Agung ditutup cukup lama. Yakni sejak dinyatakan awas pada 2017 lalu.
Koordinator Guide Pendaki Gunung Agung Besakih, Mangku Komang Kayun mengungkapkan, harapan para guide untuk dibuka jalur pendakian karena hingga saat ini aktivitas Gunung Agung sudah melandai dan tidak menunjukkan gejolak erupsi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemandu jalur Pengubengan dan Besakih agar ini dibuka untuk wisdom,” ujarnya Jumat (16/7) kemarin.
Namun pihaknya juga meminta agar ada evaluasi status dari Gunung Agung oleh pemerintah. “Kepulan asap pun sudah sedikit,” ucap Kayun.
Di tengah masa pandemi ini kata dia, hampir setiap hari pendaki dari kalangan domestik selalu ada. Terlebih di hari-hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Mereka yang mendaki kebanyaka tanpa didampingi pemandu. “Kalaupun ada, itu dari luar Karangasem,” kata Kayun.
Dengan dibukanya jalur pendakian itu, kata Kayun, juga akan mengakibatkan para guide kembali mendapat pekerjaan.
Karena selama jalur pendakian ditutup, para guide banyak yang beralih pekerjaan untuk menghidupi diri.
Saat ini, keberadaan pemandu pendakian Gunung Agung yang ada di Besakih dan Pengubengan mencapai 60 orang.
Dengan dibukanya jalur pendakian tersebut lanjut Kayun, akan membuat pemandu lokal bisa kembali digunanakan.
“Kalau sekarang yang mendaki kan kucing-kucingan. Biasanya naik malam hari saat kondisi sepi,” tandasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono