Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Banjar Minta Rp1 Juta per Jenazah, Ternyata Biaya Ngaben Capai 26 Juta

Yoyo Raharyo • Kamis, 29 Juli 2021 | 14:32 WIB
banjar-minta-rp1-juta-per-jenazah-ternyata-biaya-ngaben-capai-26-juta
banjar-minta-rp1-juta-per-jenazah-ternyata-biaya-ngaben-capai-26-juta


TABANAN – Dua banjar di Desa Pangkung Tibah menutup Krematorium Santha Graha milik Desa Adat Bedha, Tabanan. Dua banjar itu minta bagi hasil dinaikkan dari Rp50 ribu per jenazah menjadi Rp1 juta per jenazah.



Nah, setelah ditelusuri, ternyata pemasukan dari pengelolaan krematorium Santha Graha itu cukup menjanjikan. Bendesa Adat Bedha I Nyoman Surata yang juga  pengelola krematorium Santha Graha menjelaskan, biaya kremasi jenazah bervariasi.



Untuk biaya mekisan di geni, jelas Surata, sebesar Rp8 juta, sedangkan biaya ngaben dan ngayud Rp15 juta, ngaben plus memukur Rp26 juta, sedangkan biaya ngelungah Rp1,5 juta.



 


“Untuk sewa tempat krematorium Rp4,5 juta,” jelas Surata.


 


Surata juga menjelaskan, fasilitas lainnya yang didapat oleh warga yang melakukan kremasi di Santha Graha disediakan mobil ambulans secara langsung.


 


“Nah khusus krama desa adat Bedha yang melakukan kremasi diberikan potongan harga sebesar Rp 1 juta. Untuk beberapa paket kremasi yang ada. Kemudian setiap jenazah yang dilakukan penjemputan oleh ambulans digratiskan biayanya,” terangnya.


 


Surata juga menyebutkan, jumlah warga yang melakukan kremasi selalu ada hampir setiap hari. Dia menyebutkan, selama ini rata-rata melayani 5-6 kremasi jenazah per hari. Bahkan, standarnya bisa melayani 10-15 jenazah.


 


“Namun karena PPKM, sehingga kami batasi demi menghindari klaster Covid-19 pada lokasi krematorium,” terangnya.


 


Selama ini, warga yang datang melakukan kremasi jenazah dating dari beberapa kabupaten. Tidak hanya dari Tabanan, juga datang dari warga Kabupaten Badung, Denpasar dan Jembrana.


 


 


Sebelumnya diberitakan warga dari dua banjar di Desa Pangkung Tibah menutup crematorium tersebut. Alasannya, bagi hasil dari keberadaan crematorium itu teramat kecil. Yakni hanya Rp50 ribu per sawa (jenazah). Dua banjar itu meminta dinaikkan menjadi Rp1 juta per jenazah.


 


Diketahui, Krematorium Santha Graha sudah beroperasi sejak 9 bulan yang lalu. Krematorium di Pangkung Tibah ini menghabiskan anggaran Rp1,5 miliar.

Editor : Yoyo Raharyo