Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diabetes Jadi Penyubang Tertinggi Meninggalnya Pasien Covid-19 di Bali

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:15 WIB
diabetes-jadi-penyubang-tertinggi-meninggalnya-pasien-covid-19-di-bali
diabetes-jadi-penyubang-tertinggi-meninggalnya-pasien-covid-19-di-bali

 


DENPASAR-Munculnya rumor atau hoaks pasien “di-covid-kan’ di Bali akhirnya terjawab.


 


Hasil data yang dirilis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terungkap, selain meninggalnya pasien Covid-19 akibat belum divaksin yakni dengan persentase sebesar 91 persen.



Penyebab lainnya, pasien Covid-19 yang meninggal di Bali akibat memiliki penyakit penyerta/bawaan (komorbit)


 


Seperti disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (30/9).


 


Disebutkan, dari persentase kasus meninggal akibat Covid-19 di Bali, pemerintah mencatat jika sebanyak 63,0 persen karena penyakit bawaan (komorbid).


Sedangkan sisanya atau sebanyak 37,0 persen bukan karena penyakit bawaan (bukan komorbid).


 


Lebih rinci, dari hasil penulusuran lebih lanjut, angka kematian pasien Covid-19 dengan komorbit di Bali, kata Koster, yakni didominasi penyakit gula (diabetes melitus) dengan besaran prosentase sebanyak 28,1 persen.


 


Selanjutnya disusul penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) sebanyak 17,9 persen, penyakit gagal ginjal sebanyak 17,9 persen, penyakit jantung sebanyak 11,1 persen, penyakit paru-paru sebanyak 9,3 persen, dan sisanya karena jenis penyakit lain.


 


Selanjutnya, untuk mempercepat upaya penanganan Covid-19, Koster mengatakan, sesuai arahan Bapak Menko Maritim dan Investasi dilaksanakan peningkatan target pelacakan orang kontak erat (tracing) dan testing, minimum 8 orang kontak erat untuk setiap 1 kasus baru Covid-19. 


 


“Program ini dikoordinasikan oleh Pangdam IX/Udayana bersinergi dengan Polda Bali, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, perguruan tinggi bidang kesehatan, rumah sakit Pemerintah dan Swasta, serta relawan,”tegas Koster.


 


Target tracing yang dicapai sebanyak 8.000 – 10.000 orang per hari, dinamis sesuai dengan kasus baru yang muncul dalam 1 hari.


 


Dengan ditingkatkannya target jumlah tracing dan dilanjutkan dengan testing (Rapidtest Antigen dan Swab PCR), maka secara langsung akan diikuti dengan meningkatnya jumlah kasus baru Covid-19.


 


“Tindakan ini merupakan upaya yang terbaik guna mencegah laju meningkatnya penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Wayan Koster. 

Editor : Didik Dwi Pratono
#gubernur koster