Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pantas Pariwisata Bali Menjerit, Kunjungan Wisman Anjlok 99,996 Persen

Didik Dwi Pratono • Selasa, 3 Agustus 2021 | 01:15 WIB
pantas-pariwisata-bali-menjerit-kunjungan-wisman-anjlok-99996-persen
pantas-pariwisata-bali-menjerit-kunjungan-wisman-anjlok-99996-persen

DENPASAR-Dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, Provinsi Bali menjadi daerah paling terpuruk.


 


Akibat wabah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, jumlah wisatawan khususnya wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali benar-benar anjlok dan memecahkan rekor terburuk sepanjang sejarah.


 


Seperti diungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Hanif Yahya, Senin (2/8).


 


Melalui keterangan tertulisnya, selama periode Januari-Juni 2021, BPS Provinsi Bali mencatat hanya ada 43 orang wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali 


 


Adapun rinciannya, imbuh Hanif Yahya, 43 wisman yang berkunjung ke Bali, itu yakni sebanyak 10 wisman pada bulan Januari, 12 wisman pada Februari, 3 (tiga) wisman di bulan Maret, 9 (Sembilan) wisman di bulan April, 8 (delapan) wisman pada bulan Mei, dan 1 (satu) wisman pada bulan Juni 2021. 


 


"Angka kunjungan wisatawan mancanegara ini turun 99,996 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya," kata Hanif Yahya.


 


Dimana, imbuh Hanif Yahya, pada periode yang sama di tahun sebelumnya (2020), tercatat ada 1.069.171 kunjungan.


 


Terkait penurunan jumlah wisatawan ini, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Putu Astawa menilai jika hal itu memang logis.


 


Dikatakannya, bahwa pandemi covid-19 ini telah membuat pariwisata Bali terpuruk. 


 


"Memang kita terpuruk sekali. Karena kalau pandemi siapa orang yang datang. Pasti susah kan?," tutup Putu Astawa.

Editor : Didik Dwi Pratono
#pariwisata bali