NEGARA – Tempat isolasi terpusat bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini masih belum bisa mencukupi. Sehingga, masih banyak yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.
Masalahnya, beberapa orang di antara warga yang isoman malah tidak disiplin. Ada yang diketahui beraktivitas keluar rumah.
Warga tersebut ditemui langsung oleh Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Negara saat memantau warga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Kelurahan Lelateng. Warga yang semestinya isolasi mandiri di rumahnya, diketahui keluar rumah untuk membeli makanan.
Bahkan saudaranya yang juga seharusnya menjalani isolasi mandiri juga pagi tadi diketahui beraktivitas di luar rumah.
Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, keluarga tersebut harus menjalani isolasi, karena dalam satu rumah yang terdiri dari tujuh orang, tiga orang di antaranya terkonfirmasi positif.
Dari tiga orang sudah menjalani isolasi terpusat di tempat yang disediakan pemerintah. Satu orang satu lagi menjalani isolasi mandiri di rumah.
Lantaran termasuk kontak erat, empat orang lainnya diminta isolasi mandiri di rumah mereka sambil menunggu hasil swab PCR.
”Kami mengingatkan keluarga tersebut agar menjalani isolasi mandiri dengan disiplin,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menempelkan stiker agar warga sekitar rumah ini bisa menjaga jarak untuk sementara agar tidak tertular Covid-19.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, tempat isolasi terpusat yang saat ini tersedia sebanyak 348 tempat tidur, mulai dari fasilitas kesehatan, hotel, asrama sekolah dan koramil. Namun tidak semua tempat isolasi tersebut penuh, karena itu masih ada warga yang isolasi mandiri.
“Isolasi terpusat ini untuk memudahkan pemantauan kesehatan dan memutus penularan,” terangnya.
Parwata mengingatkan agar warga yang masih menjalani isolasi mandiri agar disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tidak beraktivitas keluar rumah. Karena isolasi mandiri sangat berpotensi menularkan lagi pada keluarga terdekat yang kontak erat.
Editor : Yoyo Raharyo