Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ombak Besar Rusak Hotel dan Pertanian di Klungkung

Yoyo Raharyo • Jumat, 13 Agustus 2021 | 13:48 WIB
ombak-besar-rusak-hotel-dan-pertanian-di-klungkung
ombak-besar-rusak-hotel-dan-pertanian-di-klungkung


SEMARAPURA - Ombak besar menerjang pesisir pantai di wilayah Kabupaten Klungkung, Kamis (12/8). Hal itu tidak hanya membuat aktivitas penyeberangan terganggu, namun juga membuat hektaran pertanian padi siap panen dan fasilitad hotel mengalami kerusakan.




 


Petugas Syahbandar Wilayah Kerja Kusamba, I Nengah Warnata mengungkapkan, ombak besar setinggi 1-2 meter menerjang pesisir pantai Desa Kusamba sejak pukul 11.00. Akibatnya sejumlah pelabuhan rakyat yang ada di Desa Kusamba tidak memungkinkan melayani aktivitas penyeberangan sehingga dialihkan ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem.


 


"Sudah ada 12 penyeberangan yang dialihkan ke Pelabuhan Padangbai sejak pukul 11.00," ujarnya.


Sementara itu Financial Controller Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Pantai Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Wisnu Anggoro saat ditemui di Pesisir Pantai Lepang mengungkapkan ombak besar menerjang hotel yang dikelolanya sekitar pukul 11.43.


 


Tinggi ombak yang mencapai 5-6 meter membuat air laut masuk ke kolam renang, bahkan hingga di depan restoran hotel. Tidak hanya membuat air kolam renang kotor sehingga harus dikuras, ombak besar juga merusak tempat duduk, payung pantai dan taman milik hotel.


 


"Biasanya setiap tahun hanya sekali ada gelombang tinggi. Tapi tahun ini sampai dua kali, yakni Juni dan sekarang di bulan Agustus," ungkapnya.


 


Khawatir ombak kian membesar dan berlangsung hingga malam hari, menurutnya sejumlah aset hotel mulai ditempatkan di tempat yang aman.


 



"Untungnya sedang tidak ada tamu yang menginap. Besok rencananya ada yang menginap dan kemungkinan kami cancel dulu karena restoran juga belum bisa difungsikan. Perbaikan aset-aset hotel yang rusak mulai kami lakukan," imbuhnya.


Kerusakan akibat ombak besar juga terjadi pada sekitar 7 hektare lahan pertanian padi milik sekitar 15 petani di Subak Sidayu, Desa Takmung. Menurut Klian Tempek Babakan, Subak Sidayu, Ketut Sudana tanaman padi yang diterjang ombak sebagian besar siap panen.


 


Meski tanaman padi itu berpotensi masih bisa dipanen, namun kualitas beras yang dihasilkan akan tidak bagus.


 


"Kalau bisa dipanen, ya dipanen. Soalnya kan sudah cukup umur. Hanya saja beras yang dihasilkan akan tidak bagus karena terkena air laut," tandasnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#pertanian #rusak