NEGARA – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, sejak dibangun tahun 2018 hingga saat ini masih belum digunakan dengan optimal.
Padahal dari segi tempat dan perangkat timbangan lebih modern dibandingkan dengan TPI lama. Namun nelayan lebih banyak menggunakan TPI lama. Hanya nelayan dengan perahu kecil yang lebih banyak menggunakan TPI baru.
Hal tersebut juga diakui Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana I Made Widayanasa.
Menurut Widayanasa, tidak banyak nelayan yang menggunakan TPI baru yang lebih modern dan higienis karena banyak pertimbangan. Salah satunya adalah akses masuk TPI yang sulit dijangkau ketika air surut.
“Yang menjadi kendala, jarak antara perahu bersandar bongkar dan TPI jauh kalau air surut,” jelasnya.
Tidak itu saja. Kata Widayanasa, proses jual beli ikan masih menggunakan pola lama dan menggunakan alat timbangan lama. Artinya, prosesnya tidak menggunakan pelelang ikan, tetapi penjual dan pembeli langsung bertransaksi menentukan harga kemudian ikan ditimbang di TPI, jadi tidak murni pelelangan.
Menurutnya, TPI baru yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut memang lebih higienis. Kualitas ikan juga bisa dijamin dan mekanisme lebih baik. Namun masalahnya sumberdaya manusianya masih belum siap.
“Sampai sekarang belum optimal. Hanya ikan yang ditangkap nelayan kecil di sana (TPI baru) seperti layur. Kalau lemuru tidak ada (manfaatkan TPI baru),” ungkapnya.
Editor : Yoyo Raharyo