Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rumah Rata Tanah, Satu Keluarga Nyaris Tertimpa

Yoyo Raharyo • Kamis, 23 September 2021 | 09:15 WIB
rumah-rata-tanah-satu-keluarga-nyaris-tertimpa
rumah-rata-tanah-satu-keluarga-nyaris-tertimpa

NEGARA– Satu keluarga di Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya, nyaris tertimpa rumah yang ambruk, Rabu (22/9) pagi. Beruntung, satu keluarga pemilik rumah semi permanen itu berhasil menyelamatkan diri. Namun, barang-barang berharga tertimbun material rumah dan saat ini harus mengungsi.


 


Informasi yang dihimpun, rumah yang sebagian besar berbahan kayu dan bambu milik Samsuri, 37, itu ambruk pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Sebelum rumahnya ambruk, Samsuri sudah merasa ada yang tidak beres dengan rumahnya karena terdengar bunyi retakan. Dia kemudian mengajak Mastiah, istrinya keluar dari rumah.


 


Satu keluarga ini pun langsung keluar dari rumah tanpa membawa barang berharga. Beberapa saat kemudian, rumah ambruk rata dengan tanah. Samsuri dan keluarganya selamat dari peristiwa tersebut. “Rumah memang sudah agak miring,” ujar Samsuri.


 


Selain karena kondisi rumah sudah rusak, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan rumah ambruk. Karena saat ini rumahnya sudah ambruk, Samsuri membangun tenda di lokasi rumah yang ambruk. “Mau benerin rumah masih belum ada uang,” kata pria yang bekerja sebagai nelayan.


 


Perbekel Desa Melaya Komang Warsana mengatakan, rumah warganya yang ambruk diduga karena hujan sebelumnya sehingga menyebabkan beban rumah yang memang sudah rusak tidak kuat. “Saat kejadian tidak ada hujan tidak angin, tiba-tiba rumah roboh. Mungkin karena hujan sebelumnya,” ujarnya.


 


Pihaknya sudah melakukan pengecekan rumah yang ambruk tersebut selanjutnya akan mencari solusi. Karena, warga yang masuk dalam keluarga miskin tersebut tidak memiliki tanah milik, lokasi tanah yang saat ini ditempati milik orang lain. “Desa berupaya akan memberikan bantuan rumah apabila nantinya ada solusi untuk tanah yang ditempati. Untuk sementara, korban menumpang di rumah tetangganya,” terangnya.


 


Sejumlah warga bergotong royong membersihkan puing dan menyelamatkan barang yang tertimpa rumah. BPBD Jembrana juga sudah menindaklanjuti musibah rumah warga yang ambruk tersebut dan memberikan sembako, paket sandang, terpal dan kebutuhan lainnya. "Kita sudah lakukan pendataan ke lokasi, benar rumah warga roboh," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra.


 


Diperkirakan rumah roboh dampak dari hujan deras yang terjadi. Akibatnya, genteng menjadi berat dan struktur atap rumah tidak kuat menyangga hingga akhirnya roboh.

Editor : Yoyo Raharyo
#pemkab jembrana