Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Ada Hujan, Sungai Tukadaya Meluap, Belasan Rumah Terendam

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 25 September 2021 | 03:15 WIB
tak-ada-hujan-sungai-tukadaya-meluap-belasan-rumah-terendam
tak-ada-hujan-sungai-tukadaya-meluap-belasan-rumah-terendam

NEGARA- Luapan sungai Tukadaya kembali merendam pemukiman warga Banjar Pebuahan, Jumat (24/9) dini hari.


Terdapat dua titik lokasi banjir yang terjadi dalam satu banjar, sehingga menyebabkan 14 rumah warga digenangi air.


Banjir karena luapan air sungai tersebut diduga karena hujan deras di hulu, karena di lokasi tidak terjadi hujan.


Menurut informasi warga, air mulai naik ke pemukiman warga mulai Kamis malam sekitar pukul 23.00 WITA.


Air yang awalnya hanya menggenangi halaman rumah, perlahan naik hingga masuk ke dalam rumah.


Puncaknya, air merendam rumah hingga sepinggang orang dewasa. "Lumayan lama surutnya. Karena air terus naik keluarga lari ke tetangga," ujar Handoyo, warga yang rumahnya terendam banjir.


Menurutnya, air sungai naik karena air dari hulu sungai tinggi dan saat bersamaan air laut pasang. Karena air tidak bisa mengalir ke laut, meluap hingga ke pemukiman warga pesisir pantai. enam rumah warga Banjar Pebuahan pesisir terendam banjir.


 "Waktu banjir nggak ada hujan, mungkin di atas (hulu sungai) hujan, di muara air laut pasang," ungkapnya.


Klian Banjar Pebuahan Kanzan mengatakan, banjir yang terjadi di Banjar Pebuahan, selain merendam pemukiman warga di pesisir, juga terjadi di Banjar Pebuahan utara, dekat jembatan Tukadaya.


Luapan air menggenangi delapan rumah warga karena luapan air dari sungai. Sehingga total ada 14 rumah yang terdampak banjir di Banjar Pebuahan.


“Saat air mulai naik, warga sudah mulai menyelamatkan diri, hanya barang-barang yang terendam,” ujarnya.


Banjir yang merendam rumah warga di Banjar Pebuahan utara, sudah dua kali terjadi dalam seminggu terakhir.


Banjir juga merendam rumah warga saat banjir pada Senin (20/9) malam lalu. Penyebabnya, air sungai meluap karena daerah aliran sungai tidak lurus, tetapi berbelok mengitari pemukiman penduduk, sehingga ketika air sungai tinggi langsung menerobos masuk ke pemukiman.


Petugas dari BPBD Jembrana, Koramil Negara, Yonif Mekanis 741, Polsek Negara, Camat Negara dan warga kemudian melakukan gotong royong pada Jumat pagi kemarin, membantu mengevakuasi perabotan rumah warga yang sempat terendam air banjir.


"Tadi sudah bersih-bersih bersama aparat gabungan," kata Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra, didampingi Danramil Negara Kapten Chb. Karyanto.

Editor : Didik Dwi Pratono
#sungai tukadaya #polsek negara