DENPASAR –Pernyataan mengejutkan disampaikan Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara. M. Eng.
Tak mau dituding tertutup dan tidak transparan, guru besar Fakultas Teknik dan baru dilantik sebagai rektor unud beberapa waktu lalu itu langsung blak-blakan terkait penghasilan atau pemasukan kampus yang dipimpinnya.
Pernyataan terang-terangan Prof Antara, ini sekaligus menjawab tantangan dan komitmennya untuk mewujudkan keterbukaan dan kepercayaan di lingkungan civitas akademika.
“Banyak yang bertanya-tanya, berapa sih income Unud? Saya sampaikan sekarang. Income Udayana tahun 2021 itu Rp 450 miliar. Sebagian besar itu dari SPP Mahasiswa, hasil kerjasama riset dan pembedayaan aset,”ungkapnya dalam sebuah Webinar bertema “Indonesia Tangguh, Pariwista Maju” yang digagas oleh Ikayana (Ikatan Keluarga Besar Alumni Udayana), pada Sabtu (26/9/2021) lalu.
Bahkan meski sudah sangat besar, sebagai orang nomor satu di Kampus Unud, ia mengaku akan menambah pemasukan Udayana.
Namun, penambahan income itu ia pastikan bukan bersumber dari menaikan SPP Mahasiswa.
Melainkan, Prof. Antara melihat ada peluang lain. Yakni dari melihat lahan Unud yang masih tersisa 147 Hektar di kampus bukit Jimbaran, Kabupaten Badung.
“Target saya tahun depan pemasukan Udayana itu Rp 600 milliar. Dari mana? Ya dari pemberdayaan aset yang kita kerjasamakan. Memang kita butuh uang banyak, tapi UKT mahasiswa tak boleh naik. Gak favorit lagi itu menambah uang UKT Mahasiswa,” tegasnya.
Sehingga, untuk kedepan, Udayana mulai akan memberdayakan aset yang dimiliknya untuk mencari dana dalam pemajuan kampus terbesar di Bali tersebut.
“Sekarang incomennya Rp 450 miliar yang lebih banyak dari UKT Mahasiswa. Tahun depan saya targetkan Rp 600 miliar, selanjutnya Rp 800 miliar dan selama tiga tahun target saya minimal income Rp 1 triliun,” ungkapnya dengan menggebu-gebu.
Editor : Didik Dwi Pratono