Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bonsai Kimeng Tak Dilepas Sang Pemilik Meski Ditawar Rp50 Juta

Yoyo Raharyo • Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:15 WIB
bonsai-kimeng-tak-dilepas-sang-pemilik-meski-ditawar-rp50-juta
bonsai-kimeng-tak-dilepas-sang-pemilik-meski-ditawar-rp50-juta


Bonsai bukan sekadar hobi merawat tanaman. Bonsai juga mengandung seni bagi pencintanya. Butuh waktu panjang, kesabaran, dan ketelatenan dalam menekuni hobi ini. Maka tak heran, harga bonsai bisa "selangit". Seperti dalam pameran bonsai di Desa Nusasari, Jembrana, ada bonsai yang ditawar Rp50 juta namun tak dilepas pemiliknya.



M. BASIR, Negara 



Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka secara resmi Pameran Bonsai, di Lapangan Nusasakti, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana Rabu (20/10) sore lalu. Pembukaan pameran bonsai dalam rangka memperingati HUT Desa Nusasari, ditandai dengan penancapan bendera bonsai favorit oleh bupati.


 


Usai membuka acara, Tamba mengatakan, sangat mendukung adanya kegiatan pameran bonsai. Menurutnya, kegiatan itu sangat bernilai tinggi, mengingat daya tarik terhadap bonsai saat ini sangat tinggi.


 


Selain itu jika ditekuni dengan baik, akan menambah potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain itu, kata dia, pameran bonsai ini bisa menjadi hiburan bagi masyarakat yang datang.


 


“Bagi pecinta bonsai, ini juga merupakan aktivitas penuh estetika dan cita rasa seni yang jika ditekuni bonsai itu akan bernilai ekonomi terlebih di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang," ujarnya.


 


Sementara Perbekel Nusasari I Wayan Ardana mengatakan, pameran bonsai perdana ini sengaja digelar dalam memeriahkan HUT Desa Nusasari serta untuk membentuk ikatan antarpecinta bonsai.


 


Setelah pameran ini, kata dia, ke depan akan terus rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan skala yang lebih besar.


 


“Jika sekarang kita laksanakan pameran dengan peserta se-Jembrana, tahun depan kita akan buat kontes bonsai dengan peserta yang kita undang juga dari luar Jembrana. Tentu dengan support dari pemerintah daerah," ucapnya.


 


Panitia Pameran Bonsai, I Ketut Wirya menjelaskan, pameran bonsai diawali dengan penerimaan bonsai pada 18-19 Oktober, yang selanjutnya dibuka hari ini. Pameran berlangsung selama dua hari (21-22 Oktober), pengumuman doorprize 23 oktober dan ditutup dengan pada 24 oktober dengan pengambilan pohon kembali oleh peserta.


 


"Pameran terbuka untuk umum. Diikuti sebanyak 120 peserta dari berbagai wilayah di Jembrana," ucapnya.


 


Sementara saat ditanya mengenai nilai bonsai yang dipamerkan, Wirya mengatakan pohon bonsai yang sedang dipamerkan ditaksir memiliki nilai terendah Rp3 juta hingga tertinggi Rp50juta.


 


"Tadi sempat ada pengunjung yang menawar satu pohon bonsai jenis kimeng dengan harga Rp50 juta namun tidak dilepas oleh pemilik," tandasnya.



Bukan tanpa alasan mengapa pemiliknya tak melepas bonsainya begitu saja. Menurut Wirya, bonsai kimeng itu sudah berprestasi.



"Memang sudah berprestasi best ten (terbaik 10) saat Pameran Nasional (Pamnas) Tabanan dan Pamnas Gianyar 3 tahun lalu," urai Wirya.  


 


Sekadar diketahui, kimeng merupakan salah satu spesies tumbuhan dari genus Ficus. Nama latin kimeng adalah Ficus Tiger Bark. Tumbuhan ini mirip pohon beringin (Ficus benjamina). Bedanya, kimeng memiliki tutul-tutul seperti harimau.


Editor : Yoyo Raharyo
#jembrana