NEGARA – Petugas BPBD Jembrana kena prank. Prank itu berupa banjir di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (1/11) pagi. Informasi itu beredar di media sosial.
Mendapat informasi tersebut, petugas dari BPBD Jembrana pun langsung terjun untuk memantau lokasi. Namun ternyata, informasi banjir yang bersumber dari media social tersebut kejadian setahun lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, setelah mendapat informasi adanya banjir luapan sungai Desa Gumbrih, tim reaksi cepat BPBD Jembrana melakukan pengecekan ke lokasi dan ke kantor desa.
"Kami sudah datang dan tali informasi, ternyata tidak asda banjir seperti informasi itu," ujarnya.
Agus menegaskan, tidak ada banjir atau luapan sungai seperti foto yang beredar, dimana dalam keterangan foto disebutkan terjadi luapan sungai Senin pagi kemarin. Karena itu, dipastikan kejadian seperti dalam foto tersebut terjadi tahun lalu.
"Kalau hari ini tidak ada, foto itu kejadian tahun lalu. Hanya pada keterangan foto informasi hari ini," ungkapnya.
Menurutnya, Senin pagi di desa Gumbrih, memang cuaca mendung. Tetapi tidak hujan hingga terjadi banjir serta foto yg di unggah di sosial media tersebut.
Pada musim hujan ini, BPBD Jembrana meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Bencana banjir dan longsor terjadi saat hujan deras.
Editor : Yoyo Raharyo