Diduga Pikiran Kosong, Gelar Upacara Kecil Agar Kesurupan Tak Terulang

Didik Dwi Pratono • Dipublikasikan Rabu, 3 November 2021 | 05:45 WIB
diduga-pikiran-kosong-gelar-upacara-kecil-agar-kesurupan-tak-terulang
diduga-pikiran-kosong-gelar-upacara-kecil-agar-kesurupan-tak-terulang

SELURUH guru, pengelola dan siswa-siswi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Singamandawa Monarch Bali, Senin (1/11) kemarin dibuat heboh.


Geger para pengelola dan pelajar di SMK yang beralamat di Jalan Lempuyang, Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar, Bali, ini menyusul dengan teriakan histeris tiga siswa SMK saat pembelajaran tatap muka (PTM).


Diduga teriakan histeris tiga siswa saat PTM, itu karena mereka kesurupan roh gaib.


Lalu apa saja upaya pihak sekolah pascaheboh kasus kesurupan yang menimpa tiga siswa?


IB INDRA PRASETYA, Gianyar


SESAAT usai kejadian, pemangku langsung menggelar upacara kecil untuk menetralisir lingkungan tersebut.


“Soalnya kemarin, sudah kami lakukan upacara kecil dari pemangku. Artinya sudah aman untuk anak-anak. Aman,” tegas Kepala SMK Singamandawa Monarch Bali, Kadek Yuli Cahyaningsih saat dikonfirmasi, Selasa (2/11).


Lebih lanjut, masih terkait kejadian itu, sekolah dengan jurusan Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga ini berencana melaksanakan upacara Pecaruan atau pembersihan sesuai kepercayaan Hindu Bali.


Tujuan upacara tersebut untuk memohon agar kejadian kesurupan tidak terjadi lagi. “Rencana kami akan menggelar pecaruan pada Sukra Kliwon Sungsang, Jumat (5/11) ini,” terangnya.


Kadek Yuli menambahkan, pasca-kejadian kesurupan, pembelajaran tatap muka tetap digelar kembali. Situasi kemarin, digelar dengan normal. Namun dengan pengawasan ketat.


“Hari ini, Selasa (2/11) PTM tetap berlangsung. Tapi kami batasi jumlahnya hanya setengahnya,” ungkapnya.


Kadek Yuli mengaku, secara logika, kesurupan terjadi akibat kondisi psikis anak-anak yang terganggu. Sebab, cukup lama sekolah daring. Sementara PTM di sekolah dengan konsep green school berlandaskan Tri Hita Karana ini sudah dimulai sejak September 2021.


“Mungkin saat kemarin pikiran anak-anak dalam keadaan kosong, sehingga terjadi hal tersebut,” ujarnya.


Meski begitu, PTM tetap dilangsungkan. “Dengan pengawasan yang ketat setelah kemarin sore kami berdiskusi dan akan melaksanakan pecaruan hari jumat,” jelasnya.


Sedangkan, khusus bagi tiga siswa yang mengalami kesurupan, diizinkan untuk istirahat di rumah. Sampai kondisinya pulih dan siap mengikuti pelajaran.


Apabila sudah yakin dan dinyatakan membaik, baru diperbolehkan kembali ke sekolah.


“Untuk anak-anak yang mengalami kesurupan kemarin kami tidak izinkan datang ke sekolah sementara. Agar anak-anak istirahat untuk memulihkan kembali kondisinya,” pungkasnya. 

Editor : Didik Dwi Pratono
ritual hindu viral