TABANAN– Jelang Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 dan belum ada kepastian kapan ekonomi pulih normal kembali. Pedagang penjor dan sanggah musiman di Tabanan ketiban rezeki dadakan. Pasalnya mulai ramainya umat Hindu yang mencari perlengkapan sarana upacara jelang hari raya.
Berkah rezeki itulah yang dialami pedagang penjor dan sanggah di pinggir Jalan Kaswari, Banjar Dinas Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Tabanan.
Tampak ramai kesibukkan pembuatan penjor dan sanggah yang terbuat dari bahan bambu. Penjor-penjor dan sanggah dirangkai sedemikian rupa lalu dijejer dipinggir jalan. Pembeli tinggal pilih berbagai jenis penjor dan sanggah tergantung dari selera.
“Sudah mulai ramai pembeli penjor dan sanggah cucuk. Biasanya tiga hari menjelang Hari Galungan,” kata I Made Agus Semadi pedagang penjor dan sanggah musiman ditemui, Minggu (7/11) kemarin.
Dia mengaku pembelian penjor dan sanggah cucuk tak seramai yang dulu. Karena masih kondisi pandemi Covid-19 dan ekonomi belum begitu normal. Masyarakat lebih dominan memilih membuat penjor dan sanggah cucuk secara mandiri.
“Sekarang memang penjualan dikatakan ramai juga tidak, tidak sepi juga tidak. Sedang sajalah,”kata pria berusia 47 tahun yang sudah 20 tahun bergelut menjadi pedagang penjor musiman di Tabanan.
Untuk harga penjor dan sanggah bervariasi. Penjor dia jual dengan harga Rp 165 ribu per buah.
Sementara penjor janur ia jual dengan harga Rp 350 ribu. Kemudian untuk sanggah cucuk ia jual Rp 10 ribu. Sementara bahan penjor seperti bambu Rp 25-35 ribu tergantung dari ukuran. “Khusus di Tabanan sanggah cucuk dan penjor dicari,” ujarnya.
I Made Agus Semadi menambahkan usaha berjualan penjor dan sanggah merupakan usaha yang dikerjakan oleh keluarga. Ada sekitar 10 anggota keluarga yang terlibat setiap harinya menjelang hari raya melakukan pembuatan penjor.
Tak hanya itu dalam penjualan penjor sanggah untuk menarik pembeli. Pihaknya menerima segala jenis penjor dan sanggah yang pesan warga. Kemudian juga penjor dapat diantar secara langsung ke rumah warga.
“Untuk pembeli penjor dan sanggah. Dominan pemesannya dari warga yang tinggal di perumahan. Seperti daerah Perumahan Sanggulan, Kediri, Tabanan dan perumahan yang ada Kerambitan,” terangnya.
Saat ini untuk memenuhi kebutuhan penjor Hari Raya Galungan pihaknya telah menyediakan sebanyak 2.000 bambu bahan pembuatan penjor.
“Begitu pula dengan sanggah sekitar 1.000 biji sudah kami siapkan. Sementara untuk bahan-bahan bambu pembuatan penjor kami dapat dari di desa Batungsel, Sanda Belimbing Pupuan,” ungkapnya.
Editor : Yoyo Raharyo