Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sejumlah Kandang Kambing di Lokasi Sirkuit Jembrana akan Digusur

Yoyo Raharyo • Rabu, 10 November 2021 | 23:45 WIB
sejumlah-kandang-kambing-di-lokasi-sirkuit-jembrana-akan-digusur
sejumlah-kandang-kambing-di-lokasi-sirkuit-jembrana-akan-digusur

NEGARA - Pemerintah Kabupaten Jembrana rencananya membangun sirkuit all in one di tanah timbul pesisir Desa Pengambengan, Jembrana. Namun, pembangunan sirkuit itu harua dimulai dengan menggusur sejumlah kandang kambing milik warga yang menumpang di lahan tersebut.


 


Lahan tanah timbul seluas 4 hektare tersebut sudah milik negara, sebagian tanah sudah bersertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana.


 


Selama ini, tanah tersebut digunakan oleh warga, sempat digunakan untuk pengolahan minyak ikan sebelum akhirnya dibongkar oleh Satpol PP Jembrana pada tahun 2018 lalu.


 


Selain itu, warga juga memanfaatkan lahan untuk kandang kambing. Kandang yang sudah bertahun-tahun tersebut sempat dibongkar petugas Satpol PP Jembrana pada tahun 2018, namun warga kembali lagi menggunakan lahan untuk kandang kambing. Hingga saat ini, lahan masih digunakan warga untuk kandang kambing.


 


Dengan rencana pembangunan sirkuit all in one di lahan tersebut, harus mengosongkan lahan dari kandang kambing dan bangunan lain. Karena itu, apabila warga tidak diberikan lahan lain sebagai pengganti, rencana pembangunan sirkuit akan terkendala protes warga.


 


Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman saat dikonfirmasi mengatakan, mengenai pembangunan sirkuit all in one sepenuhnya kewenangan dari pemerintah kabupaten. Namun, pemerintah desa tetap akan membantu pemerintah daerah agar program tersebut tetap berjalan.


 


"Memang kabupaten yang mau membangun, tetapi sebelum pelaksanaan pembangunan kami juga akan sosialisasi pada masyarakat," ujarnya.


 


Mengenai kandang kambing milik warga di lahan yang akan dibangun, pihaknya juga akan sosialisasi pada warga agar nantinya bisa dipindah ke lahan lain. Karena lahan akan dibangun untuk fasilitas umum, warga harus pindahkan kandang kambing.


 


"Agar tidak menimbulkan konflik, kami akan melakukan pendekatan kepada warga," terangnya.


 


Pembangunan sirkuit untuk daya tarik wisata ini, menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp 4,5 miliar pada tahun 2022 mendatang. Sirkuit all in one sebagai pusat atraksi budaya khas Jembrana seperti makepung, jegog dan pacuan kuda.


 


Setelah sirkuit terwujud, konsepnya dengan menggelar event setiap Minggu. Mulai dari makepung, jegog, layang-layang dan festival budaya, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.



Ruang terbuka hijau yang ada di lokasi juga bisa menjadi salah satu fasilitas umum untuk masyarakat. Sehingga, Jembrana memiliki produk paket wisata yang bisa dijual kepada konsumen.


Editor : Yoyo Raharyo
#jembrana #sirkuit all in one