SINGARAJA– Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno di Kelurahan Sukasada, akhirnya tuntas. Ruang terbuka hijau itu tuntas setelah sempat tersendat selama dua tahun terakhir.
Pantauan Jawa Pos Radar Bali, patung Bung Karno telah berdiri di atas pedestal. Selama beberapa bulan terakhir, patung itu ditutup dengan kain berwarna hitam. Sejak Senin kemarin (29/11) kain yang menutupi patung akhirnya dibuka. Sehingga patung terlihat dengan jelas.
Selain itu patung Singa Ambara Raja juga telah tuntas. Patung singa yang sempat mandeg pekerjaannya pada 2018 lalu, akhirnya bisa tuntas. Patung dibuat lebih menonjol. Lengkap dengan patung sorgum alias jagung gembal yang berada pada kaki singa.
Ditambah lagi di pojok barat laut, terlihat kolam dan panggung terbuka. Dengan penampilan air mancur menari yang akan muncul pada malam hari. Air mancur itu juga telah diuji pada Minggu (28/11).
“Sudah tuntas 100 persen sejak Sabtu kemarin (27/11),” kata Melandrat saat ditemui di RTH Bung Karno kemarin (29/11).
Lebih lanjut Melandrat mengatakan, pihaknya sudah menghitung biaya operasional untuk mengelola RTH tersebut. Dari hitung-hitungan sementara, dalam setahun diperkirakan butuh biaya hingga Rp 2,1 miliar per tahun.
Sebagian besar biaya akan digunakan untuk penataan rutin RTH serta biaya listrik. “Lampu saja ada 200 titik di sana. Belum lagi penataan taman, kebersihan, dan keamanan RTH. Kami sudah hitung berdasarkan estimasi standar biaya. Sudah kami ajukan pada tim anggaran,” imbuhnya.
Rencananya proses penataan taman masih akan berlanjut pada tahun 2022 mendatang. Sebab belum banyak tanaman yang berada di taman tersebut. Melandrat menyebut pihaknya akan menanam bunga-bunga semusim di taman tersebut. Sehingga menjadi lokasi kunjungan warga sekitar.
“Mungkin konsepnya seperti taman bunga di Bedugul itu. Ada tanaman-tanaman yang disesuaikan dengan musim. Jadi nanti akan diganti secara berkala. Sehingga yang berkunjung juga tidak jenuh, karena tanaman di sana monoton,” tukasnya.
Sekadar diketahui, RTH Bung Karno dibangun sejak tahun 2017 silam. Pembangunan sempat tersendat pada tahun 2018 lalu. Penyebabnya pengerjaan Patung Bung Karno dan patung Singa Ambara Raja tidak tuntas. Akhirnya RTH tersebut baru tuntas pada tahun ini.
Editor : Yoyo Raharyo