MANGUPURA– Made Wardana, anggota PGRI Badung sempat mempertanyakan transparansi iuran Rp 90 ribu per bulan yang disetorkan para guru. Hal itu pun ditanggapi Ketua PGRI Badung I Wayan Tur Adnyana sekaligus membawa data dan menemui anggotanya yang mempertanyakan transparansi tersebut.
Ketua PGRI Kabupaten Badung, I Wayan Tur Adnyana membenarkan adanya pertemuan yang dilakukan oleh salah satu anggota PGRI yang mengajar di SMA Negeri 1 Kuta Utara, Made Wardana. “Kami mengadakan pertemuan pada Senin (29/11) . Kami menjelaskan sejumlah program serta penggunaan iuran yang selama ini dilakukan oleh PGRI,” jelas Tur Adnyana saat dikonfirmasi, Selasa (30/11)
Kata dia, dari penjelasan panjang lebar mengenai penggunaan iuran sehingga nantinya tidak terjadi miskomunikasi. “Penjelasan ini tujuannya agar tidak lagi menjadi kesimpangsiuran informasi dan anggota kami sudah memahami apa yang telah kita sampaikan,” ujarnya.
Secara terpisah, Made Wardana salah guru yang mempertanyakan iuran PGRI tersebut mengakui dengan pembicaraan yang telah dilakukan, Ketua PGRI Badung sudah menyampaikan sejumlah programnya. Baik itu program jangka menengah dan jangka panjang . Setelah Covid-19 akan dilaksanakan beberapa program yang sudah dirancang.
Ia selaku anggota siap untuk mendukung program yang dilaksanakan Ketua PGRI Badung. Sehingga tujuan organisasi bisa tercapai. “Saya berterimakasih sekali kepada bapak Ketua PGRI Badung yang sudah mau turun langsung terkait masukan kami yang ada di media,” pungkasnya.
Editor : Yoyo Raharyo