Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gelombang Pasang, Ibu dan Balita Nyaris Tertimpa Tembok Rumah

Yoyo Raharyo • Kamis, 9 Desember 2021 | 02:15 WIB
gelombang-pasang-ibu-dan-balita-nyaris-tertimpa-tembok-rumah
gelombang-pasang-ibu-dan-balita-nyaris-tertimpa-tembok-rumah

SINGARAJA ­– Gelombang pasang mulai terjadi di pesisir utara Pulau Bali. Gelombang pasang berpotensi merusak rumah warga. Terutama warga yang bermukim di pesisir pantai.


 


Di Desa Kalibukbuk, seorang ibu dan balita nyaris tertimpa tembok. Beruntung mereka berhasil selamat. Hanya saja rumah yang dihuni terancam ambruk, karena dirongrong gelombang pasang.


 


Tercatat ada dua rumah yang mengalami kerusakan akibat gelombang pasang di Kalibukbuk. Masing-masing rumah yang dihuni Putu Tirta, 60, dan Gusti Ayu Putu Susiantini, 33.


 


Gelombang pasang itu terjadi pada Selasa (7/12) sekitar pukul 00.30 dini hari. Susianti menuturkan, saat itu ia tengah tidur bersama putrinya yang baru berusia sebulan. Sejak Senin malam, ombak sudah menggempur rumah. Terutama di bagian pondasi.


 


Sekitar pukul 00.30 dini hari, mendadak kepalanya tertimpa reruntuhan tembok. Saat bangun, ia mendapati tembok rumahnya sudah retak. “Anak saya langsung saya gendong. Saya pindahkan ke kamar lain,” katanya.


 


Sebenarnya gelombang tidak terlalu tinggi. Hanya saja gelombang terus menggempur bagian pondasi. Bahkan pondasi rumahnya sudah jebol sebagian. Sehingga berdampak pada tembok rumah.


 


“Jujur sekarang was-was. Apalagi ini kan belum puncaknya. Saya sudah 25 tahun tinggal di sini, dari orang tua saya. Tumben sampai ada peristiwa seperti ini,” ujarnya.


 


Perbekel Kalibukbuk Ketut Suka menuturkan ada dua rumah yang rusak akibat gelombang pasang. Menurutnya tiap tahun gelombang pasang selalu terjadi. Warga pun sudah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Terutama memasang tanggul di bagian pantai. Tapi toh tanggul jebol juga.


 


“Tahun ini bisa dibilang terparah. Sebelumnya tidak pernah ada kejadian sampai seperti ini. Kami sudah koordinasi dengan Dinas PU, agar di kawasan ini bisa dapat bantuan tanggul penahan abrasi,” kata Suka.


 


Terhadap masalah yang menimpa warganya, Suka menyebut pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi. Terhadap Putu Tirta, rencananya akan pindah ke lokasi lain. Keluarga dari Putu Tirta telah menghibahkan lahan seluas satu are. Nantinya bangunan rumah akan dibantu oleh Dinas Perkimta Buleleng.


 


Sementara terhadap keluarga Susiantini, rencananya akan kembali ke Tabanan. “Sebab status KTP-nya di Tabanan, tapi adatnya di Desa Adat Kalibukbuk. Rencananya Susiantini mau pindah ke Tabanan, nanti kami akan berupaya membantu,” kata Suka.


 

Editor : Yoyo Raharyo
#desa kalibukbuk #abrasi #gelombang pasang