Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pesawat Sering Penuh, Wagub Bali Minta Pusat Segera Tambah Flight

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 18 Desember 2021 | 17:15 WIB
pesawat-sering-penuh-wagub-bali-minta-pusat-segera-tambah-flight
pesawat-sering-penuh-wagub-bali-minta-pusat-segera-tambah-flight

DENPASAR- Santer dan ramainya suara protes para praktisi pariwisata kembali menuai tanggapan dari Pemerintah Provinsi Bali.


 


Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menegaskan, Pemprov Bali akan terus berjuang menyuarakan aspirasi para pelaku pariwisata, khususnya soal kritik sejumlah regulasi yang dinilai menghambat kebangkitan sektor pariwisata Pulau Dewata.


 


Penegasan itu disampaikan Wagub Cok Ace saat tampil sebagai narasumber pada dialog bertajuk ‘Bangkitkan Pariwisata Bali di Tengah Pandemi’, Jumat (17/12) kemarin.


 


 


Bahkan menurutnya, atas kritik itu, Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai ketua BPD PHRI Bali mengaku telah memetakan sejumlah faktor yang menghambat arus kedatangan wisatawan.


 


Menurutnya, dari pantauan pemerintah, kedatangan wisatawan domestik (Wisdom) memang diakui telah mengalami peningkatan.


 


Bahkan data terakhir, kata Cok Ace, angka kedatangan wisdom telah menyentuh angka 13 ribu per hari.


 


Angka itu lanjutnya masih bisa ditingkatkan dengan penambahan jumlah penerbangan.


 


“Tadi saya bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau mengatakan bahwa tidak seluruh rombongan bisa terbang ke Bali karena pesawat penuh,” ungkapnya.


 


Ia menilai, kondisi ini perlu segera dievaluasi oleh otoritas perhubungan agar penumpang yang hendak ke Bali tidak sampai terkendala penerbangan.


 


Sedangkan untuk kendala pada kedatangan wisatawan manca negara, ia menginventarisir beberapa persoalan antara lain syarat direct pada penerbangan, panjangnya waktu karantina, dan aturan pengurusan visa.


 


Sebagai pihak yang juga berkecimpung langsung dalam bidang pariwisata, Wagub Cok Ace menegaskan bahwa dirinya merasakan hal yang sama dengan pelaku pariwisata lainnya.


 


Oleh sebab itu, ia yang kebetulan duduk sebagai Wakil Gubernur mengakomodir dan berusaha memperjuangkan aspirasi yang berkembang.


 


“Pemprov Bali sesungguhnya tidak tinggal diam. Kami terus berusaha berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Namun demikian, kita harus pahami bersama bahwa pusat juga punya pertimbangan tersendiri,” ucapnya. 


Lebih lanjut, guru Besar ISI Denpasar ini menambahkan,  syarat penerbangan direct ke Bali mesti dievaluasi karena tidak mungkin perusahan penerbangan mau memberangkatkan pesawat yang hanya mengangkut 10 atau 20 penumpang.


 


“Ini yang perlu dievaluasi, harus ada hubungan dimana pesawat itu bisa menambah penumpang ke Bali. Misalnya kita tetapkan sejumlah negara sebagai hub seperti Singapura atau alternatif lain,” imbuhnya. 


Jika tidak demikian, ia memperkirakan akan sulit ada penerbangan internasional yang masuk ke Bali.


 


Faktor lainnya adalah kendala dalam pengurusan visa. Terkait dengan kendala ini, ia sudah menyampaikan langsung kepada Menparekraf Sandiaga Uno dan telah memperoleh solusi bahwa akan ada penambahan jatah kuota 250 per hari khusus untuk tujuan Bali.


 


Kendati jumlah kunjungan wisdom belakangan telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan, Panglingsir Puri Agung Ubud ini tetap berharap masuknya wisatawan manca negara.


 


“Kami (pemerintah) tak membeda-bedakan, tapi segmen pasarnya memang berbeda. Kalau domestik, tempat menginap mereka terkonsentrasi di Bali selatan. Sedangkan wisatawan manca negara sebarannya lebih merata,” tukas Cok Ace. 

Editor : Didik Dwi Pratono
#wisman #wagub cok ace #pemprov bali #kementerian perhubungan #pariwisata bali #phri bali