DENPASAR - Fenomena adopsi spirit doll di tengah masyarakat kini sedang trend. Tidak terkecuali di Bali. Namun, sebenarnya dari sisi supranatural, apakah mengadopsi spirit doll itu terbilang aman? Paranormal kondang asal Bali, Jero Bayu Gendeng berpendapat bahwa memelihara spirit doll sangatlah berbahaya. Bahkan, katanya, bisa saja minta darah.
Menurutnya, orang yang mengadopsi spirit doll seyogianya harus mengetahui secara baik roh seperti apa yang dimasukkan ke dalam boneka tersebut.
"Bagi yang mulai meminati spirit doll harus paham dan harus punya pawang yang ahli. Biar tahu roh siapa yang masuk, dan bagaimana mengeluarkan roh tersebut," katanya, Senin (10/1/2022).
Lanjut dia, yang dimasukkan ke dalam spirit doll adalah roh atau arwah yang juga punya rasa cemburu dan cinta yang mirip dengan manusia. Karena pada dasarnya ketika seseorang bermain dengan spirit doll atau arwah, maka orang itu sedang bermain dengan sesuatu yang tidak terlihat dan juga di luar logika.
"Ini perlu diwaspadai. Ketika mereka merasa dinomorduakan, tidak lagi diperhatikan, kita takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena itu bermain dengan sesuatu yang tidak kelihatan dan gaib. Kita bermain di luar logika yang tak bisa dipahami,” kata dia.
“Di dunia ini banyak roh dan arwah gentayangan dan mereka memerlukan tempat. Ketika ada boneka yang digunakan sebagai sarana dengan ritual tertentu alangkah senangnya roh ini memasuki media itu. Kembalinya ketika media itu ditempati roh, maka permainan kehidupan baru akan mulai mengintai anda," urainya.
Lanjut dia, bahwa pada dasarnya fenomena orang mengadopsi spirit doll sudah ada sejak lama. Bahkan dalam dunia praktik perdukunan, hal itu sudah ada sebelum zaman modern. Begitu juga di Indonesia dan Bali, spirit doll sudah ada sejak lama. Menurut dia, spirit doll hampir mirip dengan jelangkung. Yakni roh dipanggil dan dimasukkan ke dalamnya.
Namun, spirit doll banyak digemari oleh kaum wanita. Karena sifat wanita mempunyai kasih sayang yang lebih tinggi dari laki-laki. Boneka itu diberi makan dan susu selayaknya manusia.
“Di luar negeri juga dilakukan oleh orang-orang yang tak punya anak. Ada juga spirit doll dipakai teman bermain, pelengkap energi tertentu,” terangnya.
Menurut Bayu Gendeng, ketika boneka dimasukan roh, pasti energi atau roh yang dimasukkan mempunyai keinginan yang beda-beda.
"Jangan sampai roh itu meminta sesuatu yang tidak lazim. Contohnya diberi susu dia tidak mau tetapi dia minta darah. Permasalahan yang terjadi adalah ketika energi dari spirit doll dikembalikan ke asalnya, energi itu tidak mau pergi. Nah itu yang berbahaya juga," pungkasnya.
Editor : Yoyo Raharyo