GIANYAR - Ribuan pelanggan air minum Perusahaan Umum Daerah Tirta Sanjiwani Gianyar berhenti berlangganan atau putus sambungan. Alasan pemberhentian beragam. Salah satunya, karena bangkrut.
Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana membeberkan pelanggan berhenti berlangganan atau putus sambungan pada tahun 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 pelanggan yang berhenti sebanyak 657 pelanggan. Kemudian pada tahun 2021 yang berhenti meningkat drastis sebanyak 1.289 pelanggan.
“Ada banyak alasan. Pertama pelanggan punya sumur bor sebanyak 200-an. Tidak mampu bayar sebanyak 500-an,” ujar Sastra Kencana, Jumat (21/1).
Selain itu, pelanggan berhenti karena rumah kosong dan pindah rumah. “Ada juga yang pakai air desa,” ungkapnya.
Kemudian, untuk kategori usaha, pelanggan berhenti karena bangkrut atau gulung tikar. “Bangkrut sebanyak 12 pelanggan. Alasan lain-lain sebanyak 65. Sehingga total pelanggan berhenti sebanyak ribuan orang,” jelasnya.
Di samping adanya pemberhentian, juga banyak pelanggan yang menunggak. “Yang menunggak didominasi golongan rumah tangga B (rumah tangga sederhana). Wilayah paling banyak menunggak di Kecamatan Sukawati,” jelasnya.
Dengan begitu petugas memiliki tugas tambahan. “Petugas turun ke jalan, ingatkan membayar tunggakan. Pelanggan diberikan kemudahan dengan cara mencicil,” ungkapnya.
Dikatakan Sastra, petugas yang menagih dengan door to door, dilakukan per tanggal 3-20 Januari.
“Begitu datang uangnya, uang bisa digunakan,” pungkasnya.
Editor : Yoyo Raharyo