NEGARA- Konsultasi publik pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi, Jumat (28/1) sudah memasuki tahap ketiga (tahap akhir) tuntas tanpa kendala.
Selanjutnya, dengan selesainya konsultasi publik tahap tiga, maka proses berikutnya yakni tinggal penetapan lokasi (penlok) jalan tol.
"Dalam konsultasi publik ini, kami mohon persetujuan kepada masyarakat," ujar pihak perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR Ketut Kariasa.
Menurutnya, pihaknya sudah berupaya memanggil pihak yang berhak dan terdampak sebanyak tiga kali.
Setelah konsultasi publik ketiga ini, nantinya output yang dihasilkan adalah penlok. Namun masih melengkapi administrasi yang dibutuhkan untuk menentukan penlok. "Setelah melengkapi semua kelengkapan administrasi, nanti akan ditentukan penlok," tegasnya.
Senada diungkapkan tim persiapan pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi I Gede Adi Ratma saat konsultasi publik tahap ketiga di GOR Krisna Jvara.
Menurutnya, pembangunan jalan tol sedikitnya ada empat tahap, mulai tahap perencanaan yang sudah selesai dan menghasilkan dokumen perencanaan pengadaan tanah.
Kemudian lanjut tahap persiapan yang saat ini sedang berlangsung dengan output penetapan lokasi degan keputusan Gubernur Bali. "Saat ini baru tahap persiapan. Tahap berikutnya pelaksana dan penyerahan hasil," terangnya.
Berdasarkan trase jalan tol, rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi, menempati luas ruang sekitar 1.104,96 hektar.
Khusus Kabupaten Jembrana 4.305 bidang atau 55,4 persen dari total luas lahan jalan tol dengan panjang 96,844 kilometer.
Dengan jumlah tersebut wilayah Jembrana terluas dan terpanjang yang dilintasi jalan tol.
Editor : Didik Dwi Pratono