DENPASAR - Pihak Dinas Pariwisata Bali mengatakan kedatangan pesawat Garuda dari Narita, Jepang, pada Kamis, 3 Februari 2022 sore sudah disiapkan secara matang, meski jumlah penumpang tak terlalu banyak.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kadis Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun saat dikonfirmasi mengenai kedatangan wisatawan asing.
"Ya saya sama pak Wagub besok hadir. Kami diundang terkait penerbangan Garuda seperti biasa. Ya kita terima," ujar Cok Pemayun.
Terkait total jumlah penumpang, berdasar info yang diterima Cok Pemayun dari hasil rapat yang pernah dilakukan, jumlah penumpang yang dibawa sebanyak 12 orang.
"Kalau ada info 6 orang penumpang, mungkin yang dimaksud itu 6 orang penumpang itu asal Jepang aja," ujarnya.
Meski tak banyak penumpang yang datang, setidaknya kedatangan pesawat dari Luar Negeri ini menjadi pemantik kebangkitan pariwisata Bali.
"Ya harapan saya, dengan kedatangan wisman besok, jadi ada asa, ada harapan kembali Bali pulih seperti semula," ujarnya.
Sementara itu, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira saat hendak dikonfirmasi terpisah belum mengetahui jumlah wisatawan yang datang.
"Belum ada informasinya soal itu (jumlah penumpang yang tiba dengan pesawat Garuda besok)," singkatnya. (ara)
Kedatangan wisatawan asing ke Bali dengan dimulai dari esok, Kamis (3/2/2022) perlu dilakukan proses karantina. Untuk tempat karantina sendiri yang mempersiapkan adalah pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
Plt. Kadis Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun menjelaskan, ada sebanyak 64 hotel di Bali yang sudah melakukan pendaftaran sebagai tempat karantina. Namun dari 64 hotel tersebut, baru 21 hotel yang dijadikan hotel bubble.
"Dari 21 untuk hotel bubble itu, baru 5 hotel yang dipakai. Hotel bubble ini maksudnya wisatawan atau PPLN yang karantina boleh keluar kamar tapi masih dikawasan hotel. Nanti pegawai hotel itu juga tidak pulang," ujarnya pada Rabu (2/2/2022).
Kelima hotel bubble itu yakni The Westin Nusa Dua, Grand Hyatt, Royal Tulip Springhill Jimbaran, Griya Santrian Sanur dan Viceroy Bali, Ubud.
Dari informasi yang dihimpun, harga untuk menginap di 5 hotel bubble tersebut sekitaran 12 juta rupiah selama 7 hari. Namun harga itu bisa berubah baik naik atau turun berdasar keputusan nanti.
Editor : Yoyo Raharyo