Dalam penuturannya, adik korban I Ketut Gunarta, 42, mengaku hingga saat ini pihak keluarga tak mengetahui pasti penyebab kakaknya itu bisa tercebur ke dalam cubang sedalam 2 meter tersebut. Karena saat kejadian kondisi rumah sepi. “Kejadian sekitar pukul 18.00. Saat itu istrinya mencari rumput dan anaknya sedang keluar,” kata Gunarta dihubungi melalui sambungan telepon Jumat (11/11).
Diakui Gunarta, sejak empat hari belakangan, korban sempat mengeluhkan kondisi sakit pada bagian kepala dan juga pada kaki. “Ngeluh sakit. Kakinya lemas sampai tidak bisa berjalan. Kalau masalah lain tidak ada. Karena memang kakak saya pendiam,” paparnya.
Akibat sakit itu, korban tidak bisa bekerja. Saat kejadian, istrinya Ni Nengah Rai yang baru tiba di rumah itu tak mendapati sang suami. Akhirnya dilakukan pencarian. Namun tak kunjung menemukan.
Hingga akhirnya, Ni Nengah Rai mencoba melihat ke cubang rumahnya yang terletak sekitar empat meter di sebelah timur rumahnya. “Di sana ditemukan sama istrinya. Akhirnya istrinya berteriak minta tolong,” kata Gunarta menceritakan.
Setelah mendengar teriakan minta tolong, sejumlah warga pun datang. Selanjutnya jenazah yang sudah dalam kondisi meninggal itu, diangkat ke atas. “Atas kejadian ini, keluarga sudah ikhlas. Rencana akan kami makamkan besok (hari ini),” tandasnya. (zulfika rahman/radar bali)
Editor : Hari Puspita