Pasalnya, nuansa seni dan budaya Bali sangat tampak di Gedung VVIP yang bertulis aksara Bali dengan nama Kreta Bhawana Sanggraha yang bermakna tempat persinggahan pemimpin dunia, dan kini dimanfaatkan sebagai tempat penyambutan kedatangan Kepala Negara dan Delegasi Presidensi G20.
Menurut Dosen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Dr.Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST., MA bahwa Gedung VVIP Kreta Bhawana Sanggraha dapat diwujudkan, setelah pemerintah memberikan kepercayaan untuk mendesain pembangunan monumental di era kepemimpinan Gubernur Koster. “
Tema Presidensi G20 memiliki nilai sosial, sehingga saya mentransformasikan nilai-nilai sosial dalam tema Presidensi G20 tersebut ke dalam bentuk bangunan yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai arsitekur Bali, salah satunya bernama Wantilan,” ujar Arsitek ternama Bali ini.
“Saya mendesain Gedung VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan gaya wantilan.
Saya harap, ketika Kepala Negara yang tergabung dalam G20 turun dari pesawat, Gedung VVIP ‘Kreta Bhawana Sanggraha’ sudah mengarahkan pandangan seseorang tentang kebesaran negara, karena gedung monumental berwarna putih ini menampilkan keunikan budaya Bali yang dapat kita lihat dari bentuk pintu berkarakter tradisional Bali sebagai perwujudan bahwa orang Bali memiliki keunggulan di bidang seni ukir dan seni patung,” ujarnya.
Chairwoman of Bali Hotels Association (BHA), Fransiska Handoko sangat menyambut baik dan turut berbangga atas diresmikannya Gedung VVIP Kreta Bhawana Sanggraha di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Pembangunan Bali dalam konteks infrastruktur menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian utama untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan G20, khususnya Gedung VVIP Kreta Bhawana Sanggraha yang merupakan salah satu kebanggaan kita bersama.
Semoga hal ini dapat memberikan kesan dan kenangan yang baik bagi para tamu kenegaraan maupun delegasi yang tiba di Bali demi meningkatkan citra pariwisata Bali,” jelasnya.
Sementara itu, dosen ISI Denpasar, I Made Sidia menyakini ada peran Gubernur Bali, Wayan Koster di dalam mewujudkan Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai yang tampil secara elegan dengan nuansa budaya Bali.
Hal ini merupakan hasil kerja nyata para pemimpin di pusat dan di daerah, yang dijalankan oleh Presiden RI bersama menteri terkait dan Gubernur Bali sebelum hajatan Presidensi G20 dimulai.
“Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai sangat menekankan seni budaya Bali. Kita bisa lihat baru turun dari pesawat, para kepala negara dan delegasi Presidensi G20 sudah melihat aksara Bali yang bertuliskan Kreta Bhawana Sanggraha, kemudian pintunya memiliki ukiran khas Bali, hingga ruangan Gedung VVIP tampil indah berkat hiasan seni lukis, dan ornamen khas Bali,” kata Made Sidia.
“Saya lihat Bapak Gubernur Wayan Koster menggunakan busana adat Bali saat menyambut kedatangan kepala negara dan delegasi Presidensi G20 yang diiringi dengan Tari Pendet.
Jadi hal ini adalah keputusan dan kebijakan yang sangat tepat, sesuai dengan ajaran Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan yang diimplementasikan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan Bali kepada dunia, bahwa Bali memiliki keunikan dan kekayaan seni budaya yang sangat adi luhung,” pungkas Tokoh Seni asal Desa Bona, Gianyar ini. (adv/ken) Editor : Rosihan Anwar