Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui Dewa Gede Peri Indrayana, 29 yang kediamannya berada di utara Pura Dalem Agung. Indrayana pada saat itu melihat asap pekat mengepul dari arah pura sekitar pukul 18.20, langsung berlari ke balai banjar dan membunyikan kulkul bulus.
Warga yang mendengar suara kulkul dan mengetahui terjadinya kebakaran di pura tersebut langsung mendatangi lokasi. “Saat kami ke pura, api sudah besar membakar Bale Paselang,” ungkapnya.
Warga lalu menghubungi petugas pemadam kebakaran. Bersama masyarakat, petugas damkar yang mengerahkan tiga armada berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30. “Pemicu kebakaran saya kurang tahu, karena saat kejadian pura sedang sepi,” terangnya.
Jro Mangku Pura Dalem Agung Desa Getakan, Dewa Gede Mangku Dalem Gede menambahkan, dalam Bale Paselang yang hangus terbakar itu tersimpan dua jempana, satu tambur, dua gong penyimpenan, satu kempur pejenengan, pengangge pura dan berbagai sarana upakara.
Kerugian dari musibah kebakaran itu diperkirakan lebih dari Rp500 juta. “Saat kebakaran terjadi, warga berupaya menyelamatkan Pralingga Ida Betara yang tersimpan di beberapa bangunan dan sementara ditempatkan di wantilan. Nanti tokoh masyarakat akan melakukan pertemuan untuk membahas kejadian ini,” tandasnya. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
Editor : Hari Puspita