Temuan jasad itu awalnya diketahui pertama kali oleh karyawan di Monkey Forest, I Made Murdana, pukul 09.30. Saat itu, Murdana menghalau monyet agar tidak keluar kawasan Monkey Forest, Ubud, Gianyar.
Dia melihat ada benda seperti boneka manekin tersangkut di sela bebatuan di sungai. Posisinya tengkurap menghadap ke barat tanpa busana.
Karena ragu dengan benda itu, Murdana memberitahu saksi lainnya, Made Dwi Astra. Mendengar cerita temannya, saksi lainnya mencoba mendekati sungai. Ternyata benda itu jasad manusia.
Kejadian itu langsung diteruskan ke pecalang. Lalu pukul 10.00, dilaporkan ke Polsek Ubud. Petugas dipimpin Kapolsek Ubud Kompol Gusti Ngurah Yudistira langsung menuju lokasi kejadian.
Begitu pula dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar dipimpin Kalaksa Ida Bagus Suamba juga turun melakukan penanganan. “TRC bersama armada mengevakuasi jasad korban menuju ambulans,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta. Jasad kemudian dibawa ke RS Ari Canti, Desa Mas, Ubud.
Saat ditemukan, jasad itu sulit dikenali. Apalagi dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan, tubuh korban mulai membusuk. Akhirnya berdasarkan penelusuran kepolisian, dikoordinasikan dengan warga Padangtegal yang sempat melapor kehilangan sanak saudara.
Kerabat korban diajak melakukan pemeriksaan secara fisik terhadap mayat yang ditemukan. “Mayat itu identik dengan ciri fisik Gusti Ngurah Sueta alias Gusti Rai yang hilang sejak hari Senin tanggal 14 November 2022, yang telah diviralkan melalui medsos,” ujar Kapolsek Kompol Gusti Ngurah Yudistira.
Semasa hidup korban terbiasa mengenakan sandal jepit ungu. Kebetulan dekat lokasi kejadian, sandal ungu itu ditemukan. Korban juga dikenal memiliki riwayat linglung dan biasa bepergian ke sungai Tunduh Bisma Ubud, Gianyar, untuk mandi dan buang air besar.
“Sebab kejadian belum diketahui secara pasti. Ada dugaan pada saat korban mandi ataupun buang air besar terpelet jatuh ke sungai,” pungkasnya. (ib indra prasetia/radar bali)
Editor : Hari Puspita