Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mimih! Tak Bayar Air Tiga Kali Beruntun, PDAM Tabanan Putus 668 SR

Hari Puspita • Rabu, 14 Desember 2022 | 20:05 WIB
ilustrasi. (ist)
ilustrasi. (ist)
TABANANradarbali.id – Perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Amertha Buana Tabanan terpaksa harus memutus ratusan sambungan rumah (SR). Pemutusan SR ini dilakukan setelah beberapa kali melayangkan surat pemberitahuan kepada pelanggan soal tunggakan air yang belum dibayarkan secara berturut-turut selama tiga bulan.

Kabag Humas Tirta Amertha Buana Tabanan PDAM Agus Suanjaya yang didampingi Kabag Langganan I Made Sudiana mengatakan total dari Januari hingga awal Desember 2022 ini ada sekitar 668 SR yang telah diputus.

Pemutusan sambungan air itu dilakukan sebagai besar karena tidak memiliki kesadaran untuk melakukan pembayaran tagihan rekening air. Mulai dari tunggakan tagihan 3-4 bulan.

“Jadi tidak ujuk-ujuk langsung kami putus, tapi diberikan surat pemberitahuan untuk pembayaran terlebih daru, baru surat teguran hingga pemutusan dilakukan. Karena tidak dibayar tagihan rekening air,” ujar Agus Suanjaya.

Dia menjelaskan pemutusan sambungan air pelanggan itu dominan pada kompleks perumahan BTN dijadikan investasi oleh pemilik. Ada juga pelanggan yang mengontrak rumah tidak membayar rekening tagihan air.

“Itu banyak terjadi pada rumah-rumah BTN yang berada di Kecamatan Kediri, seperti BSI Sanggulan. Kemudian Kota Tabanan. Sedangkan untuk rumah tangga seperti UMKM, pedagang sangat jarang kami lakukan pemutusan SR,” jelasnya.

Meski telah dilakukan pemutusan SR sebanyak 668 tersebut, namun ada yang kembali aktif melakukan pemasangan SR yakni 184 pelanggan. Mereka ini kembali pemasangan bukan tanpa alasan, selain lokasi perumahan sulit dengan air, juga kemungkinan kekhawatiran tagihan rekening membengkak.

“Dulu itu rumah kosong tidak ada yang menempati sekarang menempati  kembali. Itu yang membuat pasang kembali SR,” ungkapnya.

Agus Suanjaya mengungkapkan meski telah memutus sebanyak 668 sambungan air pihaknya belum menghitung berapa kerugian akibat tagihan rekening yang belum dibayarkan. Karena sampai akhir tahun ini masih berjalan proses pemutusan.

Kendati disatu sisi terdapat pemutusan SR, disisi lain ada penambahan jumlah SR baru Tabanan tahun 2022 sebanyak 1.020 SR telah terpasang. Dominan pula penambahan SR ini berada di perumahan, villa, hotel. Bahkan ada pula ruko dan pertokoan.

Total ada ini ada sekitar 60.997 SR telah terpasang di Tabanan. Bahkan pihaknya berencana memperluas pembangunan jaringan air terutama ke desa-desa. Tidak melulu ke kota. “Perluasan jaringan saluran ini berada di daerah Kecamatan Penebel,” ujarnya.

Dia menambahkan saat ini belum ada penambahan sumber mata air baru di PDAM Tirta Amertha Buana Tabanan. Meski terus terdapat jumlah sambungan pelanggan baru.

Tetapi dari Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan Penyediaan Air Baku Long Storage di Tukad Yeh Empas di Kabupaten Tabanan.

Proyek tersebut berada di Banjar Dinas Sudimara Kelod, Desa Sudimara Tabanan dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar dan pembangunan masih berlangsung.

“Untuk titik sumber air total masih ada sekitar 34 lokasi yang berasal dari sumber mata air secara langsung diambil dan sumber air dari pompa pengolahan,” pungkasnya. [juliadi/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#pemutusan SR PDAM Tabanan #PDAM Tabanan #Diputus PDAM karena Tak Membayar