Dijelaskan, episenter gempabumi pertama terletak pada koordinat 8,22° LS; 115,57° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 15 km timur laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km, dan Episenter gempa bumi kedua terletak pada koordinat 8,24° LS; 115,58° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 13 km timur laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km.
Gempa bumi subduksi kah ini? "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores Back Arc Thrust)," jawabnya.
Disebutkan juga, dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Karangasem III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah). "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Dikatakan juga, Gempabumi ini merupakan susulan dari Gempabumi Utama M=5,2. Hingga pukul 16.00 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 64 aktivitas gempabumi susulan dengan magnitude terbesar M=4,6.
"Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya. (ara/rid)
Editor : M.Ridwan