UPACARA pemelaspasan patung Wisnu Murti dijadwalkan dilaksanakan Jumat malam (23/12/2022). Selain dihadiri warga Desa Banjar Anyar dan Kediri juga Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Menariknya, sebelum prosesi melaspas Patung Wisnu Murti dilakukan. Sejumlah kepala OPD, warga dan Bupati Tabanan telah mengumpulkan sejumlah batu permata untuk dipendem (dikubur) di lokasi pembangunan Patung Wisnu Murti. Rencananya prosesi pemelaspasan dipuput langsung Ida Pedanda Griya Perean Kediri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan Made Dedy Darmasaputra mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan jelang prosesi melaspas Patung Wisnu Murti. Selain undangan yang telah pihaknya buat dan sebar. Juga pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Desa Banjar Anyar dan Kediri.
“Acara besok (Jumat) dilaksanakan pemelaspasan sekitar pukul 19.00,” ungkap Dedy saat dihubungi, Kamis (21/12).
Saat pelaksanaan melaspas dilaksanakan, diakui Dedy, tidak melakukan pengalihan arus lalu lintas dan penutupan jalan untuk Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk. Lokasi prosesi melaspas berada di Jalan MH. Tamrin.
Sementara dari sisi banten upacara sendiri menggunakan banten bebangkitan. Kemudian juga banten pedagingan. “Termasuk kami juga siapkan batu permata yang sudah dikumpulkan untuk dipendem (kubur) nantinya,” ujarnya.
Batu-batu permata yang dikumpulkan untuk dipendem (kubur) adalah hasil pemberian dari Kepala OPD, masyarakat dan juga Bupati Tabanan. Mulai dari batu mirah, batu mulia dan batu akik.
Maksud dan makna dari pengumpulan batu permata ini untuk dipendem dijelaskan Dedy dengan tujuan ikut serta terlibat dalam mengajegkan dan mentaksukan patung sebagai simbol relijius umat Hindu di Bali.
“Jumlah batu permata itu tidak saya hitung, sudah ada empat kendi ukuran kecil terkumpul,” pungkasnya. [juliadi/radar bali]
Editor : Hari Puspita