Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Stres dan Ada Luka Lama, Buaya Betina itu Mati Sekitar Dua Jam Setelah Diangkut

Hari Puspita • Jumat, 6 Januari 2023 | 13:03 WIB
DIKUBUR : Buaya muara yang tertangkap di Legian dikubur pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). (foto: BKSDA Bali For Radar Bali)
DIKUBUR : Buaya muara yang tertangkap di Legian dikubur pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). (foto: BKSDA Bali For Radar Bali)
DENPASAR, radar bali.id - Buaya muara  alias  Crocodylus porosus yang terdampar di kawasan Pantai Padma, Legian, Kuta Badung yang sempat tertangkap akhirnya mati. Buaya dengan panjang 3 meter lebih itu dikubur di lokasi yang dirahasiakan oleh pihak BKSDA, Kamis (5/12).

Dalam keterangan terpisah seusai penguburan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Agus Budi Santosa memastikan bahwa buaya tersebut berjenis kelamin betina.
Satwa purban yang bisa mencapai Panjang 6 meter ini dipastikan mati di tempat Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan Rabu malam (4/1). Buaya tersebut mati seuai dievakuasi dari tempat penangkapan. “Dia stres, dehidrasi, shock dan juga akibat luka lama,” jelasnya.
Ditegaskan, terdapat lukanya luka lama, bukan luka baru. Walaupun demikian, dia tidak bisa memastikan luka lama diketahui karena apa.

“Yang pasti  kelamin buaya itu betina. Ada dua bekas luka. Yaitu satu  di pinggang dan satu di punggung," imbuhnya. Menurutnya, buaya tersebut mati tak lama setelah diangkut. Hanya sekitar satu hingga dua jam setelah tiba di Pusat Penyelamatan Satwa Tabanan.

Saat diukur, panjang buaya itu mencapai 3,50 centimeter. Sementara panjang punggung 70 centimeter (140 centimeter) dan panjang kepala 67 centimeter  "Sebelumnya, bagian kepada buaya muara tersebut pihaknya telah memberikan penanganan berupa injeksi vitamin biodin," tutur Agus Budi Santosa.

Terkit tempat penguburan, menurutnya dirahasiakan. "Kami memang merahasiakan lokasi kubur," terang Kepala BKSDA.
Buaya berjenis kelamin betina ini kemudian dikubur dengan dilapisi terpal berwarna biru. [andre sulla/juliadi/radar bali] Editor : Hari Puspita
#buaya muara di Legian #temuan buaya muara #buaya muara mati #buaya muara