Anak logam yang sering beraksi di Pelabuhan Gilimanuk ini juga sering menjadi buruan petugas keamanan. Mereka sering melalukan aksi lompat dari kapal ke laut, tetapi juga was-was ditangkap petugas. Sehingga ketika ada wisatawan yang mengabdikan dengan gambar, anak logam ini menolak karena sebenarnya takut dilaporkan.
Anak logam ini juga mengindari kontak dengan penumpang. Mereka hanya meminta penumpang untuk memberikan uang, tetapi ketika ditanya lebih jauh mereka selalu menghindar. Karena aktivitas anak logam sebenarnya dilarang. "Jangan pak, biar ngak viral. Nanti kita bisa ditangkap," kata salah satu anak logam.
Karena cuaca buruk yang terjadi beberapa hari ini, hanya sedikit anak logam yang beraksi lompat dari kapal. Mereka yang masih menantang maut di tengah cuaca buruk, hanya yang sudah berpengalaman. "Sudah biasa pak, malah seru kalau angin begini," ujar anak logam asal Kelurahan Gilimanuk yang enggan menyebut namanya ini.
Manajer usaha Pelabuhan Gilimanuk Djumadi menegaskan, anak logam sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan memang dilarang. Akan tetapi, upaya pencegahan dan larangan tidak pernah dihiraukan. "Sudah kami larang, bahkan selama 24 jam petugas sudah memantau untuk mencegah. Tetapi sering mereka sembunyi-sembunyi," ujarnya.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak dilakukan langsung dengan menghentikan anak logam saat beraksi. Pihaknya sudah melakukan pendekatan melalui kelurahan, RT hingga kepada keluarga masing-masing anak logam. Sehingga saat ini, anak logam tidak sebanyak dulu. "Kami masih upayakan terus agar tidak ada anak logam, agar ketika terjadi masalah pada anak logam justru kami yang di salahkan," tegasnya.
Anak logam yang beraksi di kapal, masuk ke dalam areal pelabuhan dan meloncat dari kapal, masuk melalui laut. Sehingga, masuknya anak logam ini sulit terpantau petugas. "Kalau ketahuan masuk sudah pasti kami larang," tegasnya. (bas/rid) Editor : M.Ridwan