Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Desa Wisata Penglipuran Semakin Mendunia, Pelaku UMKM Wajib Maksimalkan Platform Digital

Hari Puspita • Minggu, 8 Januari 2023 | 09:29 WIB
BEBERKAN PERSAINGAN ERA DIGITAL : Para pembicara talk show bertajuk Penguatan Potensi Masyarakat Desa Penglipuran Berbasis Komunikasi Pemasaran Terpadu di Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (7/1/2023). (foto : istimewa)
BEBERKAN PERSAINGAN ERA DIGITAL : Para pembicara talk show bertajuk Penguatan Potensi Masyarakat Desa Penglipuran Berbasis Komunikasi Pemasaran Terpadu di Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (7/1/2023). (foto : istimewa)
BANGLI, radarbali.id- Tantangan ketatnya persaingan usaha di era digital memerlukan solusi jitu untuk bisa bertahan dan memenangkan persaingan. Seperti pemanfaatan media sosial (medsos) sebagai alat promosi ataupun penyebaran informasi saat ini terus berkembang. Ini juga wajib dipahami para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Medsos seakan menjadi senjata pamungkas untuk mengenalkan produk. Apalagi para pelaku UMKM yang ada di desa wisata.

Kendati demikian, para pelaku UMKM belum sepenuhnya memanfaatkan platform digital untuk melakukan promosi. Sama halnya seperti di Desa Wisata Penglipuran. Sebanyak 50 persen para pelaku UMKM telah memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk.

Sisanya masih dilakukan secara konvensional. “Kami di sini baru 50 persen. Belum semua. Rata-rata masih manual. Jadi harapan kami bisa semua. Minimal 90 persen,” ujar Lurah Kubu, I Dewa Gede Purnama, Sabtu (7/1/2022).

Atas kondisi itu, mahasiswa Pascasarjana Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Wisata Penglipuran.

Pengabdian masyarakat dikemas dengan cara talk show yang menekankan terkait pemasaran digital. Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu desa wisata di Bali dengan daya tarik berupa tata ruang desa dan arsitektur bangunan tradisional yang khas dan semakin hari semakin mendunia.

Begitu juga dengan adat istiadat yang unik dan mendapat julukan desa terbersih ketiga dunia, menurut Green Destinations Foundation.

Masyarakat desa wisata Penglipuran juga memiliki keanekaragaman di segi hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mulai dari makanan dan kerajinan. Namun tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk memasarkan hasil UMKM mereka.

Ini karena kurangnya pengetahuan tentang komunikasi pemasaran terpadu. Sehingga banyak masarakat yang enggan untuk mencoba membuat terobosan baru dalam menjalankan usaha yang selama ini mereka rintis.

“Jadi, UHN IGB Sugriwa ini tepat melakukan pengabdian masyarakat seperti ini. Ini masukan untuk kami untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pariwisata. Karena kai sadari pariwisata itu harus terus berbenah setiap tahun. Kami juga selalu membuat inovasi setiap tahunnya untuk itu. Dan rencana tahun 2023 ini ada penembangan hutan bambu seluas 1 hektare. Kami selaku pemerintah selalu mendukung kebutuhan,” terang Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, saat dikonfirmasi usai memaparkan visi sebagai keynote speaker.

Dituturkan lebih jauh bahwa penataan kawasan wisata pun sangat diperlukan untuk menarik wisatawan. Dalam kawasan tempat wisata tentunya akan didukung pula dengan perputaran ekonomi dari para pelaku UMKM.

Untuk itu diperlukan penataan produk dan sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing. “Jangan produknya saja yang ditata rapi, pedagangnya juga harus rapi dan bersih. Sehingga wisatawan akan merasa nyaman berkunjung,” ungkap Ngakan Acwin Dwijendra, salah satu narasumber yang dihadirkan.

Dari kegiatan ini diharapkan parapelaku UMKM yang terlibat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat melakukan pemasaran secara digital. Baik itu melalui media sosial (medsos) yang dimiliki seperti Facebook, Instagram, Tiktok maupun melalui platform e-commerce seperti Shopee hingga Tokopedia.

“Jadi targetnya seperti itu. Kami berharap para pelaku UMKM ini melek digital sehingga produk yang tadinya dipasarkan secara konvensional bisa lebih dikenal lagi. Kami pun akan dampingi pula,” ujar Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN, Ida Ayu Hendrawaty.

Photo
Photo
PAPARKAN VISI : Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta sebagai keynote speaker mendapatkan cendera mata dari Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN, Ida Ayu Hendrawaty. (foto: istimewa)

Program Pengabdian kepada Masyarakat adalah suatu kegiatan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu berinteraksi secara langsung, memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dihelat Sabtu, 7 Januari 2022, bertajuk Penguatan Potensi Masyarakat Desa Penglipuran Berbasis Komunikasi Pemasaran Terpadu. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Seperti I Wayan Agustina,Kepala Lingkungan Penglipuran, I Wayan Wiwin, Ketua Jurusan Pariwisata Budaya UHN Bagus Sugriwa, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, arsitek, peneliti, penulis, dan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, sebagai pembicara utama.

“Ada tiga tujuan dari pelaksanaan PKM yang ingin dicapai. Menambah wawasan mahasiswa dan masyarakat terkait dengan komunikasi pemasaran. Ini juga untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam melakukan pengelolaan bagi desa wisata. Menjadikan PKM ini sebagai ajang mahasiswa untuk dapat turut serta terlibat dalam kegiatan sosial,” terang Ketua Panitia PKM, Putu Adi Narendra, seusai acara. [eka prasetya/radar bali] Editor : Hari Puspita
#UMKM di Bangli #digitalisasi UMKM di Bangli #Desa Penglipuran #Program Pengabdian Kepada Masyarakat UHN #Pengabdian kepada masyarakat