Kelian Dusun Blahtanah, I Wayan Eka Sentana didampingi Kelian Adat Blahtanah I Made Suwirtha mengatakan, Patung Bayi berukuran besar itu diempon oleh 344 KK di Banjar Adat Blahtanah. Selain itu patung tersebut juga dianggap sakral. Nantinya biaya Karya Piodalan Padudusan Agung Brahma Lelare merupakan swadaya masyarakat.
Selain itu ada juga dari donatur dan Pemkab Gianyar. Tujuan acara tersebut agar masyarakat bisa selalu hidup damai dan tentram serta selalu diberikan keselamatan. Menurutnya pemedak yang tangkil ke patung bayi itu tak hanya masyarakat setempat. Bahkan banyak pula dari mereka datang dari luar kabupaten Gianyar, hingga dari luar Bali.
"Setiap hari ada saja penangkilan, termasuk masyarakat yang melintas disini. Dan kalau tangkil kesini lapor dulu ke Prajuru Adat," kata Eka Sentana. Berdasarkan cerita turun temurun masyarakat setempat, patung itu dibangun pada 1989 silam. Saat itu dalam masa kepemimpinan Tjokorda Dherana.
Ada pula tiga batang pohon pule yang kini masih kokoh. Selama 33 tahun dibangun, kali ini untuk kali pertamanya digelar Karya Padudusan Agung. "Karya ini kita persembahkan karena arca Brahma Lelare sudah 33 tahun berdiri dan memberikan keselamatan kepada masyarakat," tambah Eka Sentana.
Karena karya itu akan menghadirkan banyak orang dan membutuhkan tempat luas, maka nantinya jalur lalu lintas sepanjang kawasan itu akan ditutup. Sehingga pihak desa adat telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Terutama untuk pengalihan arus lalulintas. Penutupan jalur lalulintas akan mulai dilakukan Sabtu (21/1) pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WITA, Minggu (22/1) pukul 12.00 sampai dengan 18.00 WITA dan Selasa (24/1) pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WITA.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Karya I Wayan Rija menyebutkan jika dudonan karya dimulai Redite Umanis Langkir (15/1/2023) dengan prosesi Nyukat Genah, dilanjutkan dengan Nanceb pada Soma Paing Langkir (16/1/2023). Kemudian Negtegan pada Anggara Pon Langkir (17/1) dan Nyangling pada Wrespati Kliwon Landep (19/1). Lalu pada Saniscara Paing Langkir (21/1) akan berlangsung Mecaru Rsi Gana, dilanjutkan Mendak Pekuluh di Griya Pitamaha Mas pada Redite Pon Medangsia (23/1). (mar/rid)
Editor : M.Ridwan